Diplomasi Investasi Indonesia Diperkuat, Menuju Realisasi Indonesia Emas 2045

null

Pemerintah Indonesia terus memperkuat peran diplomasi investasi sebagai bagian integral dari strategi pembangunan ekonomi jangka panjang menuju visi Indonesia Emas 2045. Melalui partisipasi aktif dalam KTT ASEAN ke-46 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia. Indonesia, menegaskan komitmen untuk mendorong integrasi ekonomi dan investasi kawasan yang inklusif, hijau, dan digital.

Dalam Sidang Pleno KTT, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya transformasi ASEAN menjadi kawasan yang adaptif dan berorientasi pada hasil nyata. Salah satu fokus utama adalah memperkuat kerja sama investasi lintas negara dan meningkatkan daya saing kawasan melalui kemitraan strategis, inovasi kebijakan, serta pembangunan infrastruktur konektivitas.

Kerja Sama Penanaman Modal

Kehadiran Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Rosan Roeslani, sebagai pendamping Presiden Prabowo Subianto dalam KTT ASEAN ke-46 menandai komitmen kuat Indonesia dalam memperkuat diplomasi investasi di tingkat kawasan. Dalam forum penting ini, Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal (KSPM), Prof. Dr. Tirta Nugraha Mursitama, Ph.D., turut hadir mendampingi, mempertegas posisi strategis Indonesia dalam mendorong kerja sama investasi lintas negara khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Sebagai garda depan diplomasi investasi, Deputi KSPM memainkan peran sentral dalam merancang, mengoordinasikan, dan melaksanakan kebijakan kerja sama penanaman modal, baik secara bilateral, regional, maupun multilateral. Secara bilateral misalnya melakukan perundingan Bilateral Investment Treaty (BIT) dan atau menjadi bagian dari perundingan Kerja sama Ekonomi Komprehensif khususnya di chapter investasi. Sedangkan di tingkat regional, berbagai forum di tingkat ASEAN hingga forum multilateral seperti G20, WTO, UNESCAP, OECD dan lain.

Tugas Deputi tidak hanya berfokus pada peningkatan investasi asing masuk ke Indonesia, tetapi juga mendorong ekspansi investasi nasional ke luar negeri. Di samping itu, Deputi juga bertanggung jawab melakukan pemantauan, analisis, hingga evaluasi terhadap pelaksanaan kerja sama investasi, serta menyusun laporan kebijakan yang menjadi landasan pengambilan keputusan di tingkat nasional.

Melalui peran strategis ini, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM terus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra investasi yang kredibel dan adaptif, sekaligus berkontribusi pada pembangunan kawasan ASEAN yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Dari Diplomasi Menuju Realisasi Investasi

Diplomasi investasi yang dijalankan bukan sekadar simbolik, melainkan diarahkan pada pencapaian hasil konkret. Dalam KTT ASEAN ke-46, Indonesia menjalin pembicaraan bilateral dengan sejumlah negara, termasuk Singapura dan Laos, untuk memperluas kemitraan strategis dan menjajaki peluang investasi potensial.

Presiden Prabowo menyampaikan kesiapan Indonesia untuk bekerja sama dengan Laos dalam sektor industri hijau, pertanian, pupuk, dan mineral strategis. Menindaklanjuti hal tersebut, atas arahan Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Deputi KSPM telah berkoordinasi dengan KBRI Vientiane guna memetakan sektor prioritas yang dapat menjadi target investasi, termasuk energi terbarukan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur.

Investasi Berkelanjutan Menuju ASEAN dan Indonesia Emas 2045

KTT ASEAN ke-46 juga menghasilkan Deklarasi Kuala Lumpur tentang ASEAN 2045: Masa Depan Kita Bersama, yang menekankan pentingnya transformasi digital, keberlanjutan, dan solidaritas kawasan dalam menghadapi tantangan global. Komitmen ini selaras dengan strategi nasional Indonesia dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, di mana investasi menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi jangka panjang, khususnya diawali dengan mencapai 8% di tahun 2029.

Diplomasi investasi, jika dikelola secara efektif dan terkoordinasi, akan menghasilkan realisasi investasi yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja, penguatan industri nasional, serta penguasaan teknologi masa depan.

Sinergi Menuju Masa Depan

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM melalui Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal berkomitmen untuk terus mengakselerasi kerja sama internasional yang produktif, menyusun kebijakan berbasis data dan kebutuhan pasar, serta mendorong realisasi investasi yang mendukung tujuan pembangunan nasional.

Dengan diplomasi yang aktif, kolaboratif, dan berorientasi hasil, Indonesia menapaki jalur yang strategis menuju posisi sebagai kekuatan ekonomi utama dunia pada tahun 2045. (*)

# Tag