Daewoong dan CGBIO Merilis K-Aesthetic
Daewoong Pharmaceutical meluncurkan K-aesthetic di Indonesia, yang dipusatkan pada produk unggulan botulinum toksin, menandai ekspansi penuh perusahaan ke dalam pasar estetika medis nasional.
Peluncuran ini menghadirkan pelatihan langsung bagi para profesional medis Indonesia oleh para ahli Korea yang memiliki pengalaman klinis mendalam dalam prosedur kombinasi. Dengan pendekatan ini, tenaga medis Indonesia memperoleh akses terhadap teknik prosedur yang presisi dan aplikatif, yang menjadi fondasi bagi pasien di Indonesia untuk menerima layanan estetika medis berstandar global di dalam negeri.
Prosedur kombinasi melibatkan penggunaan simultan dari berbagai produk estetika medis seperti botulinum toksin, filler, dan benang PDO (polydioxanone). Karena hasil tindakan sangat bergantung pada interaksi antar-substansi serta urutan aplikasinya, pelatihan prosedural yang sistematis menjadi krusial. Tanpa pengalaman klinis yang cukup dan pendidikan profesional yang tepat, keamanan pasien dan efektivitas terapi dapat terganggu.
Daewoong Pharmaceutical bersama CGBIO menggelar CGBIO Launching Symposium, Move to New Gen pada akhir pekan lalu. Acara ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman peserta terhadap teknik aplikasi produk dan penggunaannya di dalam praktik klinis. Sekitar 100 dokter kulit dan praktisi estetika medis dari seluruh Indonesia hadir dan mengikuti sesi berbasis studi kasus klinis yang membagikan teknik prosedur kombinasi mutakh
Choon Shik Yoon, Yemiwon Dermatology Clinic, Korea Selatan yang memperkenalkan NABOlift, teknik perawatan wajah berbasis Botulinum toksin Daewoong. NABOlift merupakan protokol prosedural unik yang dikembangkan oleh Daewoong, dengan metode penyuntikan botulinum toksin ke lapisan dermis dan otot secara bersamaan, untuk menghasilkan efek estetika menyeluruh seperti lifting wajah, pengurangan kerutan, perbaikan tekstur kulit, dan kontur wajah yang lebih tegas.
Yoon menyampaikan Botulinum toksin Daewoong merupakan produk dengan kemurnian dan kualitas tinggi yang telah terbukti stabil, mampu menurunkan risiko imunogenisitas, serta memberikan hasil yang konsisten, menjadikannya pilihan tepercaya dalam penerapan klinis tatalaksana medis.
Inneke Jane Hidajat, Youth & Beauty Clinic, Jakarta, turut membagikan pengalamannya menggunakan Botulinum toksin Daewoong untuk area glabellar lines. "Saya melihat hasil yang cepat dan tampak alami, yang meningkatkan kepercayaan diri saya akan aplikasinya bagi pasien Indonesia," ungkap Inneke.
Simposium juga menampilkan studi kasus dari penggunaan produk filler Daewoong. Judy Hongjin Joo, Glassy Skin Clinic, Korea Selatan, memperkenalkan teknik rejuvenasi leher menggunakan Dclassy CaHA.
Dclassy CaHA merupakan filler biostimulator yang merangsang produksi kolagen, sangat efektif untuk peningkatan elastisitas jangka panjang. Saya senang bisa membagikan pengetahuan ini, karena sangat relevan dengan tren estetika di Indonesia.
Erivan Montilla, Dorsia Clinic, Portugal juga membagikan prosedur kombinasi Dclassy HA dan Dclassy CaHA. “Dclassy HA sangat cocok untuk tindakan presisi karena ukuran partikelnya seragam dan injeksinya halus, sedangkan CaHA memberikan elastisitas jangka panjang, menjadi kombinasi yang saling melengkapi," ungkap Ervian.
Botulinum toksin Daewoong, yang diperkenalkan secara resmi dalam simposium ini, telah diekspor ke lebih dari 80 negara, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Brasil, dan Thailand, dan diakui secara global atas kemurniannya yang tinggi, efek yang presisi, dan onset kerja yang cepat.
Dclassy merupakan merek estetika premium yang akan diluncurkan di Indonesia pada paruh kedua tahun 2025. Dua lini utamanya, HA filler dan produk berbasis CaHA, dikembangkan menggunakan teknologi eksklusif dari Daewoong. HA filler tersedia dalam tiga varian (Soft, Intense, Volume) dengan viskoelastisitas optimal untuk hasil tindakan yang stabil dan presisi. Produk CaHA memiliki struktur “Lattice-pore” berbentuk bola yang terdegradasi secara bertahap, memicu produksi kolagen berkelanjutan dan memperbaiki elastisitas kulit secara alami.
Seiring meningkatnya permintaan terhadap perawatan regenerative, dan minimal invasif di Indonesia, minat terhadap PDO thread lifting juga berkembang. Untuk menjawab kebutuhan ini, Daewoong akan meluncurkan dua merek benang medis berbasis PDO, Luxx dan Dooth, pada tahun 2025. LUXX hadir dengan elastisitas tinggi dan kekuatan tarik optimal untuk mengangkat kulit secara presisi dan alami. Dooth menggunakan teknologi T-shaped barbs berpaten yang menawarkan daya tahan fiksasi lebih lama dan kenyamanan pasca-tindakan, sehingga cocok untuk mempertahankan hasil yang natural.
Dengan menyediakan solusi estetika yang mencakup botulinum toksin, filler, dan benang medis lifting, dokter dapat merancang prosedur yang disesuaikan dengan kondisi kulit, area target, dan tujuan perawatan masing-masing pasien untuk meningkatkan presisi klinis sekaligus kepuasan pasien.
Platform pelatihan khas Daewoong, DEEP (Daewoong·DNC Medical-Aesthetic Expert Program), akan diimplementasikan dalam memperkuat edukasi prosedur kombinasi baik di Korea maupun Indonesia.
Changwoo Ha, Kepala KIIMOT, menyampaikan pasien Indonesia dapat menerima prosedur kombinasi yang aman dan maju tanpa perlu bepergian ke luar negeri. "Melalui program edukasi praktis dan transfer keterampilan, kami berharap dapat membangun pasar estetika nasional bersama para dokter Indonesia," ungkap Changwoo.
Selama lebih dari 20 tahun, Daewoong telah berkomitmen pada pertumbuhan bersama di Indonesia melalui produksi biofarmasi dan sel punca, program pengembangan talenta, serta program beasiswa. Kini, dengan berekspansi ke sektor estetika, Daewoong menghadirkan layanan K-aesthetic melalui klinik NULOOK di Bali yang juga berfungsi sebagai pusat pelatihan bagi dokter di bidang estetika medis. Dengan langkah ini, Daewoong meletakkan fondasi kuat untuk menghadirkan prosedur berstandar global dan solusi estetika yang disesuaikan bagi pasar Indonesia, berdasarkan investasi jangka panjang dan komitmen pada keunggulan klinis.(*)