Kinerja Fundamental WIKA Gedung (WEGE) Anjlok di Semester I/2025

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) pada semester pertama tahun ini membukukan penurunan pendapata hingga 34,23%,menjadi Rp907,81 miliar dari Rp1,38 triliun di periode yang sama di 2024.Pendapatan ini menurun karena segmen bisnis jasa konstruksi menurun hingga Rp874,38 miliar dari Rp1,25 triliun pada semester I/2024.

Adapun segmen industri juga menurun signifikan menjadi Rp156,8 juta dari Rp90,33 miliar. Namun, segmen konsesi dan properti menyokong pendapatan Rp28,19 miliar dan properti sebesar Rp5,073 miliar. Kontribusi pendapatan di kedua segmen ini meningkat apabila dibandingkan pendapatan segmen konsesi sebesar Rp27,45 miliar dan properti sebesar Rp5,06 miliar di semester pertama di 2024

Dari sisi pihak berelasi dan pihak ketiga dengan WEGE, juga berkontribusi terhadap penurunan pendapatan perusahaan. Secara total, para pihak berelasi dan pihak ketiga menyokong WEGE hingga Rp759,54 miliar pada semester I/2025. Sebelumnya, sebesar Rp1,19 triliun pada semester I/2024. Mereka juga yang berkontribusi terhadap penurunan pendapatan WEGE hingga Rp907,81 miliar.

Pihak ketiga seperti Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (Kemenpupr), Bank Indonesia (B), serta lain-lain di bawah 10% jumlah pendapatan, semuanya membukukan penurunan nilai pendapatan usaha. Untuk sisi Kemenpupr, menurun signifikan menjadi Rp381,52 miliar pada semester I/2025, sebelumnya sebesar Rp862,21 miliar pada semester I/2024.

Adapun dari sisi lain-lain di bawah 10% jumlah pendapatan, juga menurun menjadi Rp185,34 miliar pada semester I/2025. Sebelumnya, sebesar Rp319,61 miliar pada semester I/2024. Namun, dari sisi BI, justru meningkat signifikan menjadi Rp192,67 miliar pada semester I/2025, sebelumnya hanya Rp17,2 miliar pada semester I/2024.

Meskipun begitu, WEGE berhasil menekan beban pokok pendapatan hingga 37,27% menjadi Rp800,09 miliar pada semester I/2025. Sebelumnya, beban pokok pendapatan membengkak hingga Rp1,27 triliun pada semester I/2024.

Adapun segmen beban pokok pendapatan yang berhasil ditekan yaitu segmen jasa konstruksi sebesar Rp773,62 miliar, konsesi menjadi Rp20,48 miliar, properti menjadi Rp3,97 miliar, dan industri menjadi Rp2 miliar.

Hasilnya, WEGE membukukan laba kotor atau laba bruto sebesar Rp107,71 miliar pada semester I/2025. Laba bruto ini meningkat tipis 2,93% dari periode sebelumnya sebesar Rp104,64 miliar pada semester I/2024. Perseroan memperoleh laba bersih senilai Rp415,17 juta pada semester I/2025. Raihan ini anjlok sebesar 97,77% dari Rp18,63 miliar pada semester I/2024. WEGE

Adapun laba bersih per saham WEGE juga menurun drastis menjadi Rp0,04 per saham pada semester I/2025. Sebelumnya, nilai laba bersih per saham mencapai Rp1,95 per saham pada semester I/2024.

Aset, liabilitas, dan ekuitas perusahaan juga berada dalam ruang yang sempit. Pada paruh tahun 2025, WEGE membukukan total aset senilai Rp5,13 triliun pada semester I/2025, turun 10,29% dari sebelumnya senilai Rp5,72 triliun pada semester I/2024. Kas dan setara kas perusahaan juga turun hingga Rp161,32 miliar pada semester I/2025, sebelumnya gemuk sebesar Rp1,03 triliun pada semester I/2024.

Pekerjaan dalam proses konstruksi, baik dari pihak berelasi dan pihak ketiga juga membengkak pada semester I/2025. Dari sisi pihak berelasi, nilainya mencapai Rp411,81 miliar pada semester I/2025, sebelumnya sebesar Rp374,77 miliar pada semester I/2024. Dari sisi pihak ketiga, nilainya menjadi Rp585,49 miliar pada semester I/2025, sebelumnya Rp437,71 miliar.

Jika dirinci, pekerjaan dalam proses konstruksi itu berasal dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero), proyek kereta cepat dari High Speed Railway Contractor Consortium, PT Bio Farma (Persero), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Wijaya Karya Realty, KSO WIKA Gedung-Kahuripan Nirwarna, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Hotel Karya Indonesia, dan PT Pertamina Bina Medika IHC.

Adapun liabilitas WEGE di semester I/2025 mencapai Rp2,53 triliun, menurun 12,39% dibandingkan sebelumnya sebesar Rp3,12 triliun pada semester I/2024. Sementara nilai ekuitasnya mencapai Rp2,604 triliun pada semester I/2025, turun tipis 0,06% dari sebelumnya sebesar Rp2,605 triliun pada semester I/2024.

Di sesi kedua, harga saham WEGE masih bergerak dinamis, saat ini di Rp53 pada pukul 14.27, mengutip laman TradingView hari ini. Tadi pagi, saham WEGE dibuka di harga Rp51, menyentuh harga tertinggi Rp55 dan harga terendah di Rp50.

Adapun volume transaksi WEGE mencapai 22,49 juta saham, sementara nilai kapitalisasi pasarnya mencapai Rp488,17 miliar. (*)

# Tag