Direktur Utama Ultra Voucher (UVCR) Borong 2,87 Juta Lembar Saham
Emiten teknologi yang bergerak di usaha perdagangan voucer digital dan jasa teknologi, PT Trimegah Karya Pratama Tbk atau Ultra Voucher (UVCR), melaporkan aktivitas transaksi jual-beli saham yang dilakukan oleh direksi.
Melansir dari laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Direktur Utama PT Trimegah Karya Pratama Tbk, Hady Kuswanto, melakukan pembelian 2,87 juta lembar saham pada periode 14 Juli hingga 16 Juli 2025. Adapun harga pembelian dimulai dari rentang Rp72 sampai Rp77.
“Tujuan transaksi untuk investasi,” jelas Hady dalam keterbukaan informasi BEI pada Rabu (23/7/2025).
Lewat transaksi ini, porsi kepemilikan Hady di UVCR bertambah dari sebelumnya 2,15% (43,01 juta lembar) menjadi 2,28% atau setara 45,68 juta saham. Nilai pembelian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp212,27 juta.
Jika dibandingkan dengan laporan bulanan registrasi pemegang efek per 30 Juni 2025, kepemilikan Hady pada saat itu tercatat sebesar 2,13% atau 42,59 juta lembar saham. Adapun pada Mei 2025, ia menguasai 2,11% atau 42,25 juta saham.
Selain Hady, laporan yang sama juga mencantumkan bahwa PT Trimegah Sumber Mas masih menjadi pengendali utama UVCR, dengan porsi kepemilikan sebesar 46,22% atau 924,55 juta lembar saham, tidak berubah dari bulan sebelumnya.
Di pasar reguler, menjelang akhir sesi pertama pada Selasa (23/7/2025), harga saham UVCR tercatat berada di level Rp74, mengacu pada data dari aplikasi IDX Mobile pukul 11.29 WIB.
Sebelumnya, saham sempat menyentuh harga tertinggi di Rp75 dan terendah di Rp73. Dibuka di Rp75, harga UVCR sempat mengalami penurunan tipis ke Rp74 atau turun satu poin dari Rp75 sebelumnya (sekitar 1,33%).
Dengan harga tersebut, kapitalisasi pasar UVCR tercatat mencapai Rp148,1 miliar. Saham UVCR diperdagangkan sebanyak 54 kali transaksi dengan volume 706.700 saham dan nilai transaksi sebesar Rp52,32 juta. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.