Ini Strategi Mirae Asset Menjaring 1 Juta Investor pada 2026
PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia terus membidik pertumbuhan jumlah investor dan volume transaksi. Mengenai target pendapatan, Direktur Mirae Asset Sekuritas, Tomi Taufan, menyampaikan bahwa kinerja revenue perusahaan menunjukkan tren yang positif. Sejumlah kantor cabang yang tersebar di kawasan perkotaan pun mencatatkan kontribusi pendapatan yang signifikan.
“Gap-nya cukup solid, tidak terlalu jauh, kecuali di cabang di luar kota,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (23/7/2025).
Tomi mengatakan sebelum merevitalisasi Community Center Pluit, Jakarta Utara, galeri ini berhasil mendapatkan revenue Rp19 miliar. Bahkan lokasi tersebut menduduki posisi kedua dengan penyumbang terbesar terhadap revenue perusahaan.
Kemudian, mayoritas transaksi di Bursa Efek Indonesia masih digenggam oleh institusi 60%. Sementara ritel hanya 40%. Adapun transaksi ritel menjadi fokus bagi Mirae Asset meski pola pertumbuhannya cepat naik dan juga cepat turun.
Oleh karenanya, Tomi bersiasat untuk memaksimalkan institusi di kala transaksi ritel terbakar. Sebab, Mirae Asset Sekuritas mempunyai jaringan luas seperti Korea Selatan, India, Amerika Serikat, Singapura hingga Cina.
Sementara dari sisi jumlah investor, Tomi mengatakan masih cukup kecil. Meski begitu, strategi untuk mendongkrak jumlah investor salah satunya yakni melalui Community Center Pluit, Jakarta Utara. Galeri tersebut memiliki Tim Invesment Solution yang bertugas mendampingi transaksi, personalisasi portofolio hingga edukasi perilaku bertransaksi.
“Dengan adanya kantor dan fasilitas baru yang lebih agresif, mampu mengundang para nasabah sehingga terus membentuk jaringan komunitas yang kian membesar. Ini bisa menjadi percepatan bagi kami untuk penetrasi pasar,” imbuh Tomi.
Adapun, jumlah investor di Mirae Asset Sekuritas sekitar 40 ribu per tahun. Angka ini tak besar jika dibandingkan perusahaan sekuritas lainnya. Perusahaan ini memiliki strategi untuk menjaga kualitas dari para investor. Saat ini, total investornya tembus 370 ribu.
“Angka ini mulai mencapai 400 ribu investor. Tahun depan targetnya menembus satu juta investor,” pungkas Tomi. (*)