Kolaborasi Antar Manusia dan AI Diperlukan di Manajemen Keuangan
Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) masih jadi topik hangat terutama di dunia bisnis. Mengingat teknologi ini mengubah cara kerja terus bermunculan, terutama ketika bicara soal efisiensi dan biaya operasional.
Apalagi AI mulai diadopsi secara luas dalam berbagai fungsi bisnis, termasuk di bidang keuangan. Di Indonesia sendiri, adopsi ini bukan lagi sekadar wacana. Studi IBM dan Korika pada 2024 menunjukkan bahwa 62% perusahaan di Indonesia telah menjalankan pilot project AI, dan 23% di antaranya sudah mulai mengintegrasikannya ke dalam proses operasional harian, termasuk dalam pengelolaan keuangan, analisis risiko, hingga otomatisasi laporan.
Inilah letak perubahan besarnya. Integrasi AI dalam sistem keuangan bukan sekadar mengganti proses manual, tapi mengubah cara perusahaan memahami dan mengambil keputusan finansial.
Kini, sistem keuangan dituntut untuk lebih adaptif terhadap tantangan global seperti pengelolaan multi-entity lintas negara, perbedaan regulasi pajak, hingga integrasi antar divisi. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem yang scalable, stabil, dan siap mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Lusiana Lu, Chief of Business Development HashMicro, menegaskan teknologi tidak akan menggantikan manusia, tapi akan membantu manusia bekerja lebih strategis.
Meski AI bekerja cepat dan efisien, HashMicro percaya peran manusia tetap krusial. Teknologi bisa menyajikan data dalam hitungan detik, tapi hanya manusia yang dapat menafsirkan, mempertimbangkan dampaknya, dan mengambil keputusan strategis. Kolaborasi keduanya adalah kekuatan utama.
Dengan pekerjaan manual yang diambil alih oleh AI, peran tim ikut bergeser ke arah yang lebih strategis. Mereka tak lagi hanya mencatat atau memproses, tapi lebih fokus pada analisis, perencanaan, dan kontribusi langsung terhadap kepentingan perusahaan.
Keahlian manusia tidak digantikan, tapi diberikan ruang lebih luas untuk mempertajam skill serta wawasan untuk menciptakan nilai tambahan yang tak bisa diajarkan pada teknologi.
Masa depan keuangan bukan semata soal kecepatan dan efisiensi, tapi tentang kolaborasi antara teknologi dan manusia. AI bisa menyajikan data dalam hitungan detik, tapi hanya manusia yang bisa memahami konteks, membaca peluang, dan membuat keputusan strategis. Di era otomatisasi ini, manusia tetap menjadi pengarah utama, dengan empati, intuisi, dan visi jangka panjang.
HashMicro, penyedia solusi ERP berbasis cloud di Asia Tenggara, sudah sejak lama menjawab tantangan tersebut dengan Hashy, asisten virtual berbasis AI yang terintegrasi langsung dengan sistem keuangan mereka. Dirancang untuk menangani skenario bisnis yang kompleks, mulai dari ratusan ribu transaksi per hari hingga pengelolaan keuangan multi-entitas lintas negara.
Seiring berkembangnya kebutuhan dan kompleksitas bisnis, kapabilitas Hashy pun terus disempurnakan. Hashy dapat membantu pengguna menganalisis data secara real-time, mengirim tagihan kepelanggan, menginformasikan vendor terkait pembayaran, dan pekerjaan administratif lainnya selesai hanya dalam hitungan detik. (*)