Jurus Jitu Tugu Insurance (TUGU) Dongkrak Pertumbuhan Bisnis Pada 2025

nullAdi Pramana, Presiden Direktur Tugu Insurance. (Foto: Tugu)

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) atau Tugu Insurance terus berusaha mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan dengan memperkuat strategi perusahaan sepanjang 2025. Adi Pramana, Presiden Direktur Tugu Insurance, mengungkapkan berbagai jurus jitu yang dikeluarkannya.

Mulai dari melakukan penguatan tata kelola aset dan liabilitas, hingga berusaha memberikan hasil investasi yang menarik. Investasi tersebut tetap mengedepankan prinsip prudent atau dengan risiko yang terukur.

Tugu Insurance fokus pula mengoptimalisasi pencapaian kinerja anak usaha dibarengi dengan divestasi aset yang memiliki kinerja kurang optimal. Harapannya, anak usaha juga mampu memberikan kontribusi positif pada pertumbuhan bisnis Tugu. Tak luput, Tugu juga mengimplementasikan PSAK 117 yang dimulai pada 2025 untuk memastikan kepatuhan dan transparansi.

Strategi terakhir ialah melakukan ekspansi ke sektor ritel dimana sektor ini dinilai masih sangat potensial dalam menjaga tren pertumbuhan bisnis Tugu. "Untuk menjaring sektor ritel, perusahaan mempersiapkan untuk mengembangkan dengan memperluas kanal distribusi dan didukung sistem teknologi informasi yang terintegrasi dalam platform digital," ucap Adi dalam siaran pers, dikutip Jumat (25/7/2025).

Hal ini bertujuan agar memudahkan nasabah dalam mengakses layanan TUGU secara langsung, meningkatkan pengalaman pelanggan, mendorong efisiensi dan mendongkrak profitabilitas.

Hingga Mei 2025, Tugu Insurance terus mencatatkan pertumbuhan premi yang solid, yakni naik sebesar 17%yoy. Perolehan premi Tugu Insurance ini didominasi oleh lini bisnis asuransi fire & properti, marine dan engineering. Sementara RBC Tugu Insurance pertumbuhannya lebih dari 300%, berhasil melebihi jauh di atas aturan yang ditetapkan OJK.

"Penguatan yang kami lakukan ini merupakan langkah strategis, di tengah kondisi pasar yang berubah dan kondisi makroekonomi yang menantang, dimana industri asuransi menghadapi beragam tantangan yang kompleks,” pungkas Adi. (*)

# Tag