IHSG Melemah Tipis di Sesi I, Sektor Keuangan dan Infrastruktur Menjadi Penahan Tekanan

IHSG Melemah Tipis di Sesi I, Sektor Keuangan dan Infrastruktur Menjadi Penahan Tekanan
Ilustrasi kantor Samuel Sekuritas Indonesia di Jakarta. Foto Samuel Sekuritas Indonesia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis di sesi pertama perdagangan Jumat (25/7/2025), berada di level 7.520,28 pada pukul 13.20 WIB. Posisi ini turun 0,14% atau 10,62 poin dibanding penutupan sebelumnya di level 7.530,90, berdasarkan data aplikasi IDX Mobile.

Sejak dibuka di level 7.542,38 pada pagi hari, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 7.546,86 sebelum terkoreksi ke titik terendah sesi satu di 7.515,13. Pelemahan ini terjadi meskipun sejumlah saham unggulan dari sektor keuangan mencatatkan kenaikan signifikan.

Dalam riset hariannya, Analis Samuel Sekuritas Indonesia Jason Sebastian mencatat bahwa saham-saham sektor keuangan mengalami penguatan yang cukup solid.

Di antaranya, saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) melonjak 20% ke level Rp18.925. Kemudian PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) naik 3,4% ke Rp3.930, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menguat 2,8% ke Rp4.810, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terkerek 1,2% ke Rp8.525.

Dari sektor barang baku, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga ikut menopang indeks dengan kenaikan 2,8% ke level Rp8.275. Kinerja positif sejumlah emiten ini menjadi salah satu penahan tekanan lebih dalam pada IHSG, di tengah sentimen pasar yang cenderung berhati-hati.

Beberapa sektor turut mencatatkan penguatan terbatas. Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) naik 0,8% ke level 1.882, disusul oleh sektor teknologi (IDXTECHNO) yang naik 0,4% ke 8.946, serta sektor siklikal atau barang konsumen non-primer (IDXCYC) yang menguat 0,3% ke 709.

Kenaikan tipis juga terjadi pada sektor properti (IDXPROPERT) sebesar 0,2% ke level 760, dan sektor perindustrian (IDXINDUST) yang naik 0,1% ke 998.

Berdasarkan data dari IDX Mobile, nilai kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp13.457 triliun di akhir sesi pertama. Sementara itu, nilai transaksi mencapai Rp5,90 triliun, dengan volume perdagangan sebanyak 12,24 miliar saham dan frekuensi transaksi mencapai 797.700 kali. (*)

# Tag