BEI Evaluasi Indeks LQ45, IDX30, dan IDX80: Emiten Mana yang Masuk dan Keluar?
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan evaluasi mayor terhadap sejumlah indeks utama di papan bursa, yakni IDX30, LQ45, dan IDX80. Perubahan komposisi indeks ini berlaku efektif mulai 1 Agustus hingga 31 Oktober 2025.
Mengutip keterbukaan informasi BEI pada Jumat (25/7/2025), evaluasi terhadap indeks IDX80 menghasilkan pergeseran komposisi. Dua emiten baru masuk ke dalam indeks ini, yaitu Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dari sektor energi dan Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dari sektor barang konsumen primer.
ITMG memiliki rasio saham beredar (free float) sebesar 34,74%, dengan jumlah saham yang dihitung dalam indeks mencapai 392,52 juta lembar dan bobot sebesar 0,66%. Sementara JPFA mencatat rasio free float 41,01%, dengan jumlah saham dalam indeks sebesar 4,80 miliar lembar dan bobot 0,59%.
Sebaliknya, dua emiten yang didepak dari indeks IDX80 adalah Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) dari sektor keuangan dan Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dari sektor barang konsumen non-primer.
Evaluasi juga dilakukan pada indeks LQ45, yang menghasilkan dua emiten baru: Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dari sektor energi dan Surya Citra Media Tbk (SCMA) dari sektor media (barang konsumen non-primer).
AADI memiliki rasio saham beredar sebesar 21,83% dengan 1,69 miliar lembar saham tercatat dalam indeks dan bobot sebesar 0,74%. Adapun SCMA memiliki rasio free float 15,47%, jumlah saham dalam indeks sebesar 11,44 miliar lembar, dan bobot indeks 0,13%.
Di sisi lain, dua emiten yang keluar dari LQ45 adalah Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) dari sektor barang baku dan Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) dari sektor kesehatan.
Selain AADI, indeks IDX80 juga menyambut Petrosea Tbk (PTRO) dan Rukun Raharja Tbk (RAJA). PTRO dari sektor energi memiliki rasio free float sebesar 24,11%, jumlah saham dalam indeks sebesar 2,43 miliar lembar, dan bobot 0,56%. RAJA yang juga berasal dari sektor energi mencatat rasio saham beredar sebesar 23,79%, dengan bobot 0,14%.
Namun, tiga emiten tercatat keluar dari IDX80 dalam evaluasi kali ini, yakni Gudang Garam Tbk (GGRM) dari sektor barang konsumen primer, Gajah Tunggal Tbk (GJTL) dari sektor barang konsumen non-primer, dan Bank OCBC NISP Tbk (NISP) dari sektor keuangan.
Perlu dicatat, penghitungan jumlah saham dalam indeks disesuaikan kembali pada tanggal efektif, terutama jika terjadi aksi korporasi seperti stock split, reverse stock, rights issue, saham bonus, atau dividen saham sebelum tanggal tersebut. (*)