IEU-CEPA Disepakati, Transaksi Perdagangan Indonesia-Uni Eropa Berpotensi Capai US$60 Miliar

Gedung Kementerian BKPM. (Foto: Ist)
Gedung Kementerian BKPM. (Foto: Ist)

Pemerintah Indonesia mengapresiasi kesepakatan politik atas Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), yang diumumkan di Brussels, Belgia. Pencapaian tersebut menjadi momen bersejarah setelah sembilan tahun proses negosiasi intensif sejak tahun 2016, sekaligus mencerminkan komitmen kuat Indonesia untuk memperkuat kemitraan ekonomi strategis dengan Uni Eropa.

Kesepakatan penting ini diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, didampingi jajaran kementerian teknis antara lain Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian Perdagangan, serta lembaga-lembaga terkait lainnya. Sebagai perjanjian yang bersifat komprehensif, IEU-CEPA mencakup berbagai aspek penting mulai dari perdagangan barang dan jasa, perlindungan investasi, ketentuan teknis, hingga kerja sama pembangunan berkelanjutan.

Perjanjian ini membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk unggulan Indonesia, sekaligus memperkuat landasan hukum dan kepastian berusaha bagi investor dari kedua pihak.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Rosan Roeslani, menyatakan volume perdagangan bilateral antara Indonesia-Uni Eropa pasca kesepakatan IEU-Cepa itu berpotensi naik berlipat ganda hingga US$60 miliar dalam beberapa tahun ke depan. Tak hanya memperluas ekspor, kesepakatan ini juga diproyeksikan mendorong lonjakan Foreign Direct Investment (FDI), khususnya pada sektor manufaktur, hilirisasi, energi baru dan terbarukan, serta digitalisasi industri.

Selain itu salah satu capaian strategis dalam perjanjian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) adalah disepakatinya Bab Investasi (Investment Chapter) — bagian penting yang selama bertahun-tahun menjadi tantangan utama dalam proses negosiasi kedua pihak.

Di bawah kepemimpinan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM dan Tim Negosiator Investment Chapter yang dipimpin oleh Tirta Nugraha Mursitama, Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Indonesia berhasil menuntaskan kesepakatan Investment Chapter. Capaian ini menegaskan komitmen Indonesia dalam menciptakan iklim investasi yang terbuka dan kompetitif, serta memperkuat posisinya dalam kerja sama ekonomi global.

Magnet Baru bagi Investasi Berkualitas

Perjanjian IEU-CEPA diyakini menjadi katalis penting dalam mendorong masuknya investasi berkualitas dari negara-negara anggota Uni Eropa ke Indonesia. Sejumlah mitra Eropa telah menunjukkan ketertarikan kuat untuk memperluas jejak investasinya di Tanah Air, terutama dalam sektor-sektor strategis yang menjadi prioritas pembangunan nasional.

Salah satunya adalah Jerman, yang melihat potensi besar pada pengembangan industri kendaraan listrik dan rantai pasok manufaktur berteknologi tinggi. Sementara itu, Prancis menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda transisi energi nasional melalui investasi dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan pengembangan teknologi hijau berkelanjutan.

Sementara itu, Belanda menempatkan Indonesia sebagai mitra utama dalam pengembangan logistik cerdas dan digitalisasi pelabuhan yang ramah lingkungan. Dari sisi kesehatan, Italia tertarik memperkuat kerja sama dalam industri farmasi, alat kesehatan, dan bioteknologi. Denmark, dengan keunggulan dalam bidang energi angin dan efisiensi energi, menawarkan kemitraan berbasis inovasi lingkungan.

Tak ketinggalan, Finlandia membuka peluang besar dalam bidang teknologi informasi dan pendidikan digital, termasuk penerapan kecerdasan buatan (AI) dan sistem pembelajaran jarak jauh yang berkelanjutan.

Menjaga Keseimbangan, Menjamin Kedaulatan

Keberhasilan IEU-CEPA tidak hanya terletak pada besarnya peluang ekonomi yang ditawarkan, tetapi juga dalam cara Indonesia merancang perjanjian ini secara berimbang dan berdaulat. Mekanisme perlindungan investor disepakati dengan pendekatan transparan dan akuntabel, namun tetap memberikan ruang kebijakan bagi pemerintah—khususnya dalam mendukung agenda hilirisasi, transisi energi, serta pemberdayaan pelaku usaha lokal.

Dengan berlakunya IEU-CEPA, Indonesia menegaskan posisinya sebagai hub industri strategis di kawasan Indo-Pasifik. Perjanjian ini bukan sekadar membuka investasi global, tetapi juga memperkuat diplomasi investasi dalam membangun fondasi kemitraan jangka panjang berbasis keberlanjutan, inovasi, dan transformasi digital. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag