Jatis Mobile (JATI) Laporkan Koreksi Penggunaan Dana IPO, Sisa Dana Rp6,04 Miliar Disimpan di CIMB Niaga
Emiten teknologi PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (JATI) atau Jatis Mobile merilis laporan koreksi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana (IPO) melalui laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 25 Juli 2025.
Manajemen menyebutkan, sisa dana IPO sebesar Rp6,04 miliar saat ini ditempatkan di rekening operasional perusahaan di PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA). Dana tersebut disimpan tanpa jangka waktu tertentu dengan tingkat bunga 0,88%.
Sisa dana tersebut merupakan selisih dari realisasi penggunaan dana IPO JATI yang dialokasikan untuk tiga kebutuhan utama:
-
Penyetoran modal pengembangan kecerdasan buatan (AI development): Rp17,2 miliar
-
Penyetoran modal pengembangan SMB aplikasi panel interface: Rp17,44 miliar
-
Modal kerja: Rp21,18 miliar
Total realisasi penggunaan dana mencapai Rp55,83 miliar secara bersih.
Manajemen JATI merinci bahwa pengeluaran terbesar berasal dari biaya penyimpanan dan pusat data virtual sebesar Rp7,97 miliar yang dimanfaatkan selama periode Mei 2023 hingga Mei 2025.
Selain itu, perusahaan juga menggelontorkan dana Rp2,62 miliar untuk layanan cloud computing, serta Rp2,31 miliar untuk jasa pemasaran per Mei 2025.
Sebagai informasi, JATI mencatatkan saham perdana di BEI pada 28 April 2023, dan berhasil menghimpun dana IPO sebesar Rp65,25 miliar. Setelah dikurangi biaya penawaran umum sebesar Rp3,36 miliar, dana bersih yang diterima perseroan tercatat Rp61,88 miliar.
Dalam prospektus awal, JATI telah merinci rencana alokasi dana IPO sebesar Rp61,88 miliar dengan pembagian:
-
Pengembangan AI: Rp17,2 miliar
-
Aplikasi SMB panel interface: Rp17,44 miliar
-
Modal kerja: Rp27,23 miliar
Saham JATI ditutup pada harga Rp146 di perdagangan Jumat (25/7/2025), menurut data TradingView yang diakses Minggu (27/7/2025). Saham dibuka di harga Rp150, sempat menyentuh level tertinggi di harga yang sama, dan turun ke posisi terendah Rp144. Volume transaksi mencapai 8,79 juta saham, dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp476,33 miliar. (*)