BEI: Lima Perusahaan Masih Antre IPO
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat masih ada lima perusahaan dalam antrean (pipeline) untuk mencatatkan penawaran umum perdana saham (IPO). Informasi ini disampaikan oleh Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna, dalam keterangan resmi kepada media pada 25 Juli 2025.
“Hingga saat ini, terdapat lima perusahaan dalam pipeline pencatatan saham di BEI,” ujar Nyoman.
Ia merinci, dari lima perusahaan tersebut, satu di antaranya tergolong perusahaan beraset menengah—yakni dengan total aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Sementara empat sisanya merupakan perusahaan dengan aset di atas Rp250 miliar.
Dari sisi sektor usaha, lima perusahaan tersebut berasal dari berbagai sektor, yaitu:
-
Dua perusahaan dari sektor barang baku,
-
Satu perusahaan dari sektor energi,
-
Satu perusahaan dari sektor keuangan, dan
-
Satu perusahaan dari sektor transportasi dan logistik.
BEI juga mencatat telah ada 22 perusahaan yang resmi melantai di bursa hingga 25 Juli 2025, dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp10,39 triliun.
Jika dibandingkan dengan data per 18 Juli 2025, belum ada penambahan perusahaan baru yang masuk dalam daftar pipeline IPO.
Sementara itu, berdasarkan data laman e-ipo.co.id pada Minggu (27/7/2025), sepanjang awal hingga pertengahan Juli 2025, delapan perusahaan telah resmi melakukan IPO. Rinciannya sebagai berikut:
-
PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) dari sektor bahan baku,
-
PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) dari sektor transportasi dan logistik,
-
PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) dari sektor keuangan, khususnya di bidang bursa dan kustodian aset kripto,
-
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) dari sektor infrastruktur,
-
PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI) dari sektor barang konsumen non-primer,
-
PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI) dari sektor pendidikan,
-
PT Diastika Biotekindo Tbk (CHEK) dari sektor kesehatan, dan
-
PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG) dari sektor transportasi dan logistik.
Dengan masih adanya perusahaan dalam pipeline IPO dan capaian 22 perusahaan yang telah melantai di bursa hingga akhir Juli, dinamika pasar modal Indonesia menunjukkan geliat yang tetap aktif.
Meski belum ada penambahan antrean baru dalam sepekan terakhir, BEI terus mencermati minat korporasi yang ingin menghimpun dana dari pasar modal sebagai bagian dari strategi ekspansi bisnisnya. (*)