Dari Domba Premium ke Hotel: Alga Luncurkan Springbed Berbahan Ramah Lingkungan

nullDirektur Utama Alga, Teguh Budiman. (Foto: Syifa Nur Layla/SWA)

Di tengah tren gaya hidup berkelanjutan yang merambah berbagai sektor, industri perhotelan tak ingin ketinggalan.

Alga, pelopor produsen matras di Indonesia, mengambil langkah berani dengan meluncurkan varian produk ramah lingkungan khusus untuk hotel. Tak sekadar menawarkan kenyamanan tidur, inovasi ini mengusung misi mulia: menjadikan tidur sebagai bagian dari solusi untuk masa depan yang lebih hijau.

Direktur Utama Alga, Teguh Budiman, mengungkapkan bahwa produk tersebut sudah digunakan oleh sejumlah hotel. Ia berharap hal ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tidur yang berkualitas. “Produk ini, (kami fokuskan untuk) domestik,” ujarnya saat ditemui awak media, Jumat (25/7/2025).

Produk ramah lingkungan ini menggunakan material wol dari domba premium yang dibesarkan di Selandia Baru, hasil kolaborasi Alga dengan Wisewool, produsen wol ternama dari negara tersebut. Wol diproses di Selandia Baru dan dikirim ke Indonesia dalam bentuk bahan setengah jadi.

Menariknya, bahan wol ini dapat digunakan kembali sebagai pupuk tanaman ketika produk sudah tidak dipakai. Dengan begitu, konsep ramah lingkungan tak hanya sekadar slogan, tapi juga pembuktian yakni dari alam, kembali ke alam.

Bagi Teguh, Alga sangat terkenal akan kualitas produknya. Oleh karenanya, Alga terus berinovasi dengan berbagai produk baru dengan mengedepankan kualitas tidur dan kenyamanan konsumen.

Ke depannya, Teguh berharap bisa memakai beragam produk alami dari Indonesia. “Dengan adanya natural product seperti ini, harapan kami juga bisa mengangkat natural product lainnya yang ada di Indonesia seperti serat kapuk dan coco fiber,” pungkas Teguh.

Dengan langkah ini, Alga tak hanya menawarkan kenyamanan tidur, tetapi juga mengajak industri perhotelan dan masyarakat luas untuk mengambil bagian dalam gerakan keberlanjutan. Dari domba di Selandia Baru hingga kamar hotel di Indonesia, dan akhirnya kembali ke tanah sebagai pupuk, siklus produk ini menjadi simbol nyata bahwa inovasi dan kepedulian lingkungan bisa berjalan seiring. (*)

# Tag