Bidik Segmen Keluarga, RM Wangi Seruni, Tonjolkan Menu ‘Masakan Ibu’
Bandung tak pernah kehilangan pesonanya sebagai destinasi wisata kuliner. Di tengah menjamurnya restoran kekinian dan kafe bergaya Instagramable, kota yang dijuluki Paris van Java ini masih menyimpan kejutan bagi pencinta cita rasa autentik dan suasana yang membangkitkan nostalgia.
Jika Anda bosan dengan tempat makan yang itu-itu saja, Rumah Makan (RM) Wangi Seruni bisa menjadi pilihan yang menyegarkan. Berlokasi di Jalan Cimanuk Nomor 42, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, tempat ini tak hanya menyajikan makanan rumahan khas Nusantara, tapi juga menghadirkan suasana makan yang menyerupai ruang makan keluarga — lengkap dengan meja dan kursi kayu sederhana yang terasa hangat dan akrab.
Ketika memasuki RM Wangi Seruni, pengunjung seolah diajak kembali ke rumah nenek di masa kecil. Tanpa dekorasi berlebihan, rumah makan ini justru menonjolkan keaslian — baik dari suasana maupun rasa. Di sinilah kekuatan RM Wangi Seruni: menyentuh memori, bukan sekadar memanjakan perut.
Semua ini tidak lepas dari tangan dingin sang pemilik sekaligus chef, Runy Hut Riantoro Bangkit. Ia menghadirkan konsep masakan ibu dalam setiap piring yang disajikan, menjadikannya bukan sekadar hidangan, tapi perpanjangan dari rasa cinta yang universal.
"Konsepnya ini sebetulnya dari masakan ibu. Nah saya merasa ketika ibu masak buat anaknya tuh kayaknya sama bagi semua orang. Misalnya kalau pulang ke rumah gitu ya, masakan ibu walaupun hanya sekedar ditumis kangkung atau sayur kacang, saya ngerasa nyaman saja," kata Runy dalam siaran pers yang diterima SWA.co.id, Senin (28/7).
RM Wangi Seruni menyajikan total 18 hidangan utama, yang semuanya mencerminkan kekayaan kuliner Nusantara. Ayam, ikan, hingga sup berkuah tersaji dengan porsi hangat dan bumbu khas yang akrab di lidah.
Menu yang paling diburu adalah Ayam Goreng Seruni — meskipun sejatinya bukan satu-satunya hidangan andalan. Sop Seruni, yang awalnya dibuat sebagai sajian khusus, kini menjadi favorit baru pelanggan setia.
Karena tingginya permintaan, dapur RM Wangi Seruni pun dibuat lebih terbuka agar pengunjung bisa melihat langsung proses memasaknya. Meski begitu, nuansa rumahan tetap dipertahankan. Inovasi menu pun terus dilakukan. Baru-baru ini mereka memperkenalkan Soto Seruni dan Tumis Lember sebagai tambahan baru di daftar hidangan mereka.
Tak hanya soal rasa, Runy juga menaruh perhatian besar pada kualitas bahan baku dan kehalalannya. Ia memastikan semua bahan yang digunakan berasal dari sumber yang terjaga dan tersertifikasi halal.
"Kami sekarang fokus di outlet karena kami belum genap satu tahun. Pengembangan ke depan mungkin lebih di hulu, misalnya memastikan supplier kami punya sertifikasi halal dan peternakan sendiri. Kami jelaskan semua produk kami halal, supplier juga bersertifikasi halal. Outlet pun kami berproses halal," jelasnya.
Dengan harga makanan yang ramah di kantong, mulai dari Rp5.000 hingga Rp50.000, RM Wangi Seruni membuktikan bahwa kuliner berkualitas tak harus mahal. Selain menu utama, tersedia juga hidangan pendamping seperti tahu goreng, tempe, perkedel, hingga telur dadar yang melengkapi cita rasa rumahan.
Untuk pilihan minuman, tersedia lebih dari 20 jenis, mulai dari es cincau, cendol, hirbis, lidah buaya, kopi susu, hingga aneka jus buah segar. Pilihan yang luas ini membuat pengalaman bersantap di RM Wangi Seruni semakin lengkap.
Di tengah hiruk pikuk Bandung yang terus berubah, RM Wangi Seruni menawarkan ruang jeda: tempat di mana makanan bukan hanya soal rasa, tetapi juga soal pulang — ke rumah, ke kenangan, ke akar. Dan seperti masakan ibu, tempat ini punya daya tahan yang tak lekang oleh waktu. (*)