Industry Award 2025: Apresiasi untuk Ketangguhan dan Inovasi Industri Nasional
Di tengah ketidakpastian global akibat konflik geopolitik dan tekanan ekonomi internasional, Warta Ekonomi Group bersama media Industrycoid menggelar Industry Award 2025 “Strengthening Resilience, Redefining Standards: Championing Industry 4.0 and the Digital Shift” sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi pelaku industri nasional dalam memperkuat daya saing dan inovasi.
Muhamad Ihsan, CEO dan Chief Editor Warta Ekonomi, mengungkapkan industri manufaktur Indonesia tengah menghadapi tantangan berat. “PMI manufaktur Mei 2025 tercatat di 47,4, menunjukkan sektor ini dalam zona kontraksi,” ujar Ihsan.
Ihsan juga menyoroti dampak kebijakan tarif AS yang fluktuatif serta perlambatan proyeksi industri global menurut OECD dan WTO. Melalui riset berbasis realisasi dan pemantauan media, Warta Ekonomi dan Industrycoid menilai 251 perusahaan dan menetapkan 131 perusahaan penerima penghargaan tanpa peringkat, namun dengan gelar khusus berdasarkan performa aset, profit, ESG, GCG, dan adopsi teknologi 4.0.
Untuk media monitoring, riset ini juga di-support oleh Jangkara Data Lab (Anak perusahaan PT Nestara Teknologi Teradata) yang memantau seluruh berita di media mainstream (baik online maupun cetak) dan media sosial. Hasil dari riset tersebut menyebutkan, sentimen positif media terhadap perusahaan mencapai 52,9%, mencerminkan kepercayaan publik.
Sementara itu, Emmy Suryandari, Staf Ahli Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan peran vital industri manufaktur dalam ekonomi nasional. "Sektor ini menyumbang 17,5% terhadap PDB dan 79,4% terhadap ekspor nasional pada kuartal pertama di 2025 ini,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya empat strategi industri nasional: hilirisasi, transformasi digital, industri hijau, dan penguatan SDM. Emmy turut mengapresiasi partisipasi sektor industri dalam Making Indonesia 4.0 yang kini mencatatkan dua perusahaan dalam Global Lighthouse Network.
"Kita terus berupaya mendorong industri nasional semakin inklusif, ekspansif dan berdaya saing global," tutur Emy.
Sementara itu, Nandi Nanti, CEO Indusrtycoid berharap agar kegiatan Industry Award ini dapat menjadi salah satu pemantik semangat dan motivasi pelaku industri dalam menghadapi tekanan dunia industri. "Selamat kepada para pemenang, kami berharap melalui awarding ini perusahaan industri dapat terpompa semangatnya untuk terus menciptakan kinerja yang positif. Dan semoga awarding ini turut meningkatkan kredibilitas dan branding perusahaan industri di tanah air," jelas Nandi.
Berikut beberapa pemenang dari acara yang bertema “Strengthening Resilience, Redefining Standards: Championing Industry 4.0 and the Digital Shift” tersebut:
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, PT Mora Telematika Indonesia Tbk, PT Triputra Agro Persada Tbk, PT JABABEKA Tbk, PT Arwana Citramulia Tbk, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, PT Mandiri Tunas Finance, Indonesia Financial Group (IFG), PT Perusahaan Gas Negara, PT Astra International Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Prudential Life Assurance.
Kemudian penghargaan juga diberikan kepada PT Bumi Serpong Damai Tbk, PT Metropolitan Land Tbk, PT Panca Budi Idaman Tbk, PT Pertamina Gas (Pertagas), PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Pertamina Hulu Energi (PHE), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Lion Parcel, PT Brantas Abipraya (Persero), dan PT Federal International Finance.(*)