Yulie Sekuritas (YULE) Memulihkan Kerugian, Cetak Laba Bersih Rp5,09 Miliar dan Memangkas Beban Operasional di Kuartal II/2025

Emiten keuangan yang bergerak di jasa investasi, PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk (YULE), memulihkan kinerja finansial lantaran membukukan laba bersih sebesar Rp5,09 miliar pada kuartal II/2025. Sebelumnya, YULE mencetak rugi sebesar Rp11,58 miliar pada kuartal II/2024.

Kinerja perseroan itu ditopang pendapatan senilai Rp20,80 miliar atau melonjak berlipat-lipat ganda dari pendapatan Rp28,04 juta pada kuartal II/2024. Pendapatan itu ditopang dari kegiatan perantara perdagangan efek sebesar Rp978,73 juta pada kuartal II/2025. Segmen pendapatan ini meningkat 91% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp512,47 juta

Kemudian, pendapatan keuntungan perdagangan efek sebesar Rp10,88 miliar, setelah sebelumnya merugi sebesar Rp929,04 juta pada kuartal II/2024. Adapun pendapatan dividen dan bunga yang diraih YULE mencapai Rp8,94 miliar, meningkat signifikan dibandingkan sebelumnya hanya Rp444,60 juta.

Perseroan menekan beban usaha sebesar 2,71%, menjadi Rp11,34 miliar dari Rp11,65 miliar. Kemudian, beban penjualan dapat ditekan 29,2%, menjadi Rp955,90 juta dari Rp1,35 miliar. Beban penjualan itu berasal dari komisi, transportasi, asuransi, dan lain-lain.

Setelah dipotong beban, maka YULE membukukan laba usaha sebesar Rp9,46 miliar pada kuartal II/2025, setelah sebelumnya merugi pada Rp11,60 miliar pada kuartal II/2024. Laba per saham dasar juga berbalik menjadi Rp3,21 per saham, setelah sebelumnya rugi di Rp7,3 per saham.

Total aset perusahaan meningkat tipis 0,15%, menjadi Rp590,31 miliar dari Rp589,42 miliar. Total liabilitas naik sebesar 6,29% atau menjadi Rp19,24 miliar dari Rp18,10 miliar.

Adapun total ekuitas perusahaan turun tipis 0,04%. Nilainya menjadi Rp571,07 miliar dari Rp571,31 miliar pada kuartal II/2024. Dari sisi arus kas, segmen jumlah arus kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi berhasil ditekan menjadi Rp18,14 miliar pada kuartal II/2025 dari Rp44,79 miliar pada kuartal II/2024.

Kenaikan segmen ini meningkat, beberapa di antaranya berasal dari penerimaan komisi perantara pedagang efek sebesar Rp1,02 miliar, melonjak 99% dari Rp512,47 juta pada kuartal II/2024.

Segmen penerimaan (pembayaran) dari nasabah juga meningkat signifikan menjadi Rp86 miliar pada kuartal II/2025, sebelumnya hanya Rp35,69 miliar pada kuartal II/2024.

Kemudian, jumlah arus kas untuk aktivitas investasi meningkat menjadi Rp692,68 juta pada kuartal II/2025, setelah sebelumnya di posisi Rp209,55 juta pada kuartal II/2024.

Jumlah arus kas bersih yang diperoleh/digunakan untuk aktivitas pendanaan berubah menjadi beban sebesar Rp12,69 miliar pada kuartal II/2025. Sebelumnya, segmen ini sebesar Rp22,27 miliar pada kuartal II/2024.

Hasilnya, jumlah kenaikan bersih kas dan setara kas membengkak menjadi Rp30,15 miliar pada kuartal II/2025, sebelumnya hanya Rp22,31 miliar pada kuartal II/2024.

Harga saham YULE beberapa menit jelang sesi I perdagangan di hari ini di Rp2.670, setelah sebelumnya di Rp2.700, melansir dari aplikasi IDX Mobile pada Selasa (29/7/2025). Harganya turun 30 poin atau 1,11%. Saham YULE pada pembukaan pagi ini di Rp2.670 dan itu menjadi harga tertinggi. Sementara harga terendahnya di Rp2.600.

Nilai kapitalisasi pasar YULE mencapai Rp4,76 triliun, dengan nilai transaksi sebesar Rp8,66 juta saham. Saham YULE juga telah diperdagangkan sebanyak 9 kali, dengan volume transaksi sebanyak 3.300 saham. (*)

# Tag