Graha Layar Prima CGV (BLTZ) Tancap Gas Strategi Efisiensi, Laba Naik 155% pada Semester I/2025

Graha Layar Prima CGV (BLTZ) Tancap Gas Strategi Efisiensi, Laba Naik 155% pada Semester I/2025
Ilustrasi gedung bioskop CGV Cinemas di Mal Grand Indonesia, bioskop tersebut dikelola oleh PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ). Foto oleh Graha Layar Prima Tbk

Emiten barang konsumen non-primer yang mengelola jaringan bioskop CGV, PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ), mencatatkan kinerja impresif pada paruh pertama 2025.

Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp25,21 miliar, melesat 155,46% dibandingkan Rp9,86 miliar pada semester I/2024.

Peningkatan laba ini terjadi meskipun pendapatan BLTZ mengalami pelemahan tipis 0,46% menjadi Rp614,76 miliar pada semester I/2025, dari sebelumnya Rp617,60 miliar. Penurunan pendapatan terutama disebabkan oleh merosotnya kontribusi segmen bioskop, yang turun dari Rp395,40 miliar menjadi Rp386,11 miliar.

Sebaliknya, segmen makanan dan minuman serta acara-acara dan iklan menunjukkan pertumbuhan. Pendapatan dari makanan dan minuman naik menjadi Rp193,93 miliar dari sebelumnya Rp190,77 miliar.

Sementara itu pendapatan dari segmen acara dan iklan meningkat menjadi Rp34,70 miliar, dibandingkan Rp31,32 miliar pada semester I/2024.

Adapun segmen lisensi dan jasa manajemen tidak lagi berkontribusi pada semester I/2025. Padahal, segmen ini sempat menyumbang Rp97,83 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi efisiensi, BLTZ berhasil menekan beban pokok pendapatan sebesar 1,69% menjadi Rp345,19 miliar, dari sebelumnya Rp351,13 miliar. Efisiensi ini berkontribusi pada kenaikan laba bruto sebesar 1,16% menjadi Rp269,57 miliar, dibandingkan Rp266,47 miliar pada semester I/2024.

Namun, beban operasional mengalami kenaikan. Beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp182,20 miliar dari Rp177,62 miliar, sedangkan beban penjualan melonjak menjadi Rp1,57 miliar dari sebelumnya Rp426,32 juta.

Sejumlah pos beban lain berhasil ditekan, seperti biaya keuangan yang turun menjadi Rp59,07 miliar dari Rp61 miliar, dan kerugian selisih kurs yang menyusut signifikan menjadi Rp2,53 miliar dari Rp8,14 miliar.

Secara keseluruhan, efisiensi dan kendali biaya yang lebih baik mendorong peningkatan laba bersih per saham dasar dan dilusian menjadi Rp29 per saham pada semester I/2025, dari Rp11 per saham pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi neraca, total aset BLTZ menurun tipis 0,09% menjadi Rp1,844 triliun dari sebelumnya Rp1,846 triliun. Liabilitas juga turun 1,88% menjadi Rp1,43 triliun, dari Rp1,45 triliun.

Sementara itu, ekuitas justru tumbuh 6,5% menjadi Rp412,85 miliar, dari Rp387,64 miliar. Kenaikan ekuitas ini antara lain ditopang oleh penurunan akumulasi kerugian menjadi Rp1,3 triliun dari Rp1,33 triliun.

Perusahaan juga terus menjalankan strategi pemulihan pascapandemi COVID-19, antara lain dengan mengendalikan biaya operasional, membuka lokasi bioskop baru, memperpanjang perjanjian pinjaman, serta bernegosiasi untuk pengurangan biaya sewa.

Grup BLTZ juga tetap memperoleh dukungan finansial dari pemegang saham tidak langsung, CJ CGV Co., Ltd. “Dengan tindakan-tindakan di atas, manajemen percaya bahwa tidak terdapat ketidakpastian material tentang kemampuan entitas untuk melanjutkan kelangsungan usahanya,” jelas manajemen BLTZ dalam laporan keuangan konsolidasian interim per 30 Juni 2025 yang dirilis di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (29/7/2025).

Di pasar saham, berdasarkan data dari laman TradingView, harga saham BLTZ berada di level Rp1.800 pada pukul 14.15 WIB. Harga tersebut menjadi harga pembukaan, tertinggi, sekaligus terendah pada hari itu, dengan volume transaksi hanya 200 saham dan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp1,57 triliun. (*)

# Tag