Laba Bersih Autopedia (ASLC) Turun 23,8%, Ditekan Beban Penjualan Mobil Bekas
Emiten barang konsumen non-primer di sektor ritel otomotif, PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC), mencatat penurunan laba bersih pada semester I/2025, meskipun pendapatannya mengalami pertumbuhan.
Mengacu pada laporan keuangan konsolidasian interim (tidak diaudit) per 30 Juni 2025, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih terkoreksi 23,8% menjadi Rp18,56 miliar, dari Rp24,36 miliar pada semester I/2024. Penurunan ini berdampak pada laba per saham yang turun menjadi Rp1,46 per saham, dibandingkan sebelumnya Rp1,91.
Di sisi lain, pendapatan ASLC tumbuh 17,1% menjadi Rp447,09 miliar, dari Rp381,77 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kontributor utama pertumbuhan ini adalah penjualan kendaraan bekas yang naik menjadi Rp313,35 miliar dari sebelumnya Rp253,54 miliar.
Pendapatan dari jasa administrasi lelang juga meningkat menjadi Rp76,31 miliar, dibandingkan Rp72,69 miliar pada semester I/2024. Begitu pula jasa gadai yang naik signifikan menjadi Rp3,64 miliar dari Rp1,71 miliar.
Namun, beban pokok pendapatan turut membengkak 25,1% menjadi Rp317,58 miliar dari Rp253,89 miliar. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh naiknya beban pokok kendaraan bekas menjadi Rp294,86 miliar, biaya pengiriman Rp11,06 miliar, gaji dan tunjangan Rp4,16 miliar, jasa lelang Rp1,91 miliar, serta biaya perawatan kendaraan Rp1,10 miliar.
ASLC juga mencatat penambahan jenis beban baru berupa biaya asuransi kendaraan sebesar Rp1,05 miliar. Di sisi lain, biaya administrasi lelang justru turun sebesar Rp1,26 miliar.
Dengan kondisi tersebut, laba bruto hanya tumbuh tipis 1,28% menjadi Rp129,51 miliar, dibandingkan Rp127,87 miliar pada semester I/2024.
Dari sisi neraca, aset, liabilitas, dan ekuitas perusahaan sama-sama mengalami kenaikan. Total aset per 30 Juni 2025 mencapai Rp986,95 miliar, naik 8,7% dari posisi akhir 2024 sebesar Rp908,13 miliar. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan persediaan kendaraan bekas menjadi Rp93,97 miliar akibat aktivitas operasional yang meningkat.
Liabilitas juga melonjak 44,8% menjadi Rp228,55 miliar dari Rp157,90 miliar. Lonjakan ini terutama berasal dari utang lain-lain pihak ketiga yang membengkak menjadi Rp128 miliar, karena adanya kenaikan uang titipan dari pemilik barang lelang.
Sementara itu, ekuitas naik tipis 1,1% menjadi Rp758,40 miliar dari Rp750,22 miliar.
Berdasarkan data TradingView pada Selasa (29/7/2025), harga saham ASLC ditutup di level Rp66 dengan volume transaksi sebanyak 28,82 juta saham. Nilai kapitalisasi pasarnya tercatat sebesar Rp841,26 miliar. (*)