ASSA Melaju di Semester I 2025: Pendapatan Tumbuh 20%, Tembus Rp2,84 Triliun

ASSA Melaju di Semester I 2025: Pendapatan Tumbuh 20%, Tembus Rp2,84 Triliun
Jajaran Direksi ASSA. (Foto: ASSA)

PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mencatatkan kinerja impresif sepanjang paruh pertama tahun 2025 dengan membukukan pendapatan sebesar Rp2,84 triliun, tumbuh 20% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba bersih perseroan juga melonjak 90% menjadi Rp290,81 miliar pada akhir Juni 2025.

“Pencapaian ini merupakan buah dari kerja keras seluruh tim ASSA Grup, dimana turnaround yang kita lakukan di pilar logistik sejak 2023 mulai membuahkan hasil, selain juga pilar lain seperti ekosistem bisnis mobil bekas di bawah payung ASLC dan pilar bisnis rental yang bertahan bahkan tetap bisa tumbuh secara menguntungkan di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan,” ujar Prodjo Sunarjanto, Direktur Utama ASSA, dalam keterangan tertulis (29/7/2025).

Peningkatan kinerja ini tak lepas dari upaya efisiensi biaya operasional (OPEX) yang diterapkan di seluruh lini bisnis. Menurut Prodjo, peningkatan kinerja baik pendapatan maupun laba bersih yang signifikan ini merupakan buah dari keberhasilan ASSA dalam melakukan efisiensi pada biaya operasional (OPEX) yang dilakukan di semua lini bisnis Perseroan.

Dari tiga pilar utama bisnis ASSA, segmen logistik menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi sebesar Rp1,19 triliun atau 42% dari total pendapatan. Segmen rental menyusul dengan Rp804,17 miliar, disusul oleh bisnis kendaraan bekas yang mencetak pendapatan Rp522,43 miliar.

Ke depan, ASSA berkomitmen untuk terus mengembangkan seluruh lini bisnisnya. Di bidang logistik, perusahaan akan melengkapi layanan dari first mile hingga last mile guna mewujudkan ekosistem logistik yang menyeluruh. Sementara itu, di bidang logistik, ASSA akan terus melengkapi layanan pada logistik mulai dari first mile, mid mile, hingga last mile, agar menjadi one stop solutions.

Untuk lini bisnis rental, ASSA mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp1,3-1,5 triliun untuk peremajaan dan penambahan armada. Sementara itu, melalui ASLC, ekspansi ekosistem kendaraan bekas juga terus dipercepat. Tahun ini, ditargetkan empat showroom Caroline.id baru akan dibuka. Dua showroom di Cibubur dan Bandung telah resmi beroperasi.

Selain itu, unit usaha lelang JBA — yang juga berada di bawah ASLC — tetap memberikan kontribusi stabil. JBA saat ini menguasai sekitar 40% pangsa pasar lelang kendaraan bekas di Indonesia.

“Dengan terus membuat langkah maju yang konsisten, kami yakin akan mampu mengembangkan semua lini bisnis ASSA secara berkelanjutan dengan dukungan semua pihak terkait,” tutup Prodjo.

Sebagai perusahaan yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia sejak 2012, ASSA telah bertransformasi dari sekadar penyedia layanan sewa kendaraan B2B menjadi penyedia solusi mobilitas dan logistik terintegrasi.

Portofolio bisnisnya kini mencakup penyewaan kendaraan, lelang dan penjualan kendaraan bekas, logistik B2B, hingga layanan pengiriman last mile, warehouse fulfillment, dan cold chain logistics. (*)

# Tag