Perdana! UMKM Asal Bali Ini Mengekspor Rempah dan Madu Senilai Rp5,6 Miliar ke Hong Kong

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, melepas ekspor produk rempah dan madu produksi pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) asal Bali, yakni CV Naralia Group. Ekspor ini ke Hong Kong untuk pertama kalinya. Nilai ekspor perdana itu terdiri dari produk rempah seperti vanili, kayu manis, pala serta madu. Ekspor itu senilai US$350 ribu atau setara Rp5,6 miliar.

Busan mengatakan ekspor menjadi salah satu faktor yang mendorong target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada 2029. Untuk mendorong target tersebut, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan pertumbuhan kinerja ekspor secara berkelanjutan sebesar 7,1% pada 2025. "Saya harap, ekspor kali ini menjadi inspirasi dan penyemangat bagi UMKM lainnya untuk menjadi eksportir dan turut berkontribusi terhadap perekonomian,” ucapnya dalam siaran pers yang dikutip pada Rabu (30/7/2025).

Permintaan konsumen global terhadap rempah-rempah diproyeksikan tumbuh 5-6% selama 2023—2028. Pertumbuhan ini diiringi oleh peningkatan kesadaran konsumen global dalam menerapkan hidup sehat dan menggunakan produk berbahan alami.

Kesadaran akan kesehatan ini menjadi peluang nyata bagi Indonesia untuk meningkatkan produktivitas dan ekspor rempah ke dunia. Indonesia merupakan eksportir rempah ke-4 dunia setelah India, Vietnam, dan Tiongkok.

Produk rempah ekspor unggulan Indonesia, yaitu lada, cengkeh, dan pala. Ekspor rempah Indonesia ke dunia pada 2024 tercatat senilai US$989,5 juta dengan tren pertumbuhan sebesar 1,94% dalam lima tahun terakhir.

Direktur Naralia Group, Mulianingsih, mengatakan ekspor perdana ke Hong Kong menandai UMKM lokal Bali yang memiliki daya saing yang tinggi hingga buyer Hong Kong memiliki kepercayaan untuk membeli produk Indonesia.

Selain ekspor ke Hong Kong, Naralia Group telah mengekspor produknya ke 11 negara, yaitu Australia, Fiji, Selandia Baru, Tahiti, Spanyol, Swedia, Hawaii, Amerika Serikat, Maladewa, Singapura, dan Malaysia. "Program-program peningkatan ekspor dari Kemendag telah memberikan kemajuan signifikan bagi bisnis Naralia Group, seperti mendapatkan akses ke buyer melalui business matching hingga mendapatkan kepercayaan dari buyer di pasar global," tutur Mulianingsih.

Adapun, Kemendag menginisiasi program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM Bisa Ekspor). Kemendag bertekad menjembatani UMKM dengan konsumen mancanegara atau buyer melalui 46 perwakilan perdagangan yang tersebar di 33 negara.

Selama semester I/2025, Kemendag telah memfasilitasi 609 UMKM mulai dari bidang furnitur, perikanan, pertanian, produk kesehatan, makanan olahan, hingga produk kecantikan dan fesyen muslim. Total transaksi yang tercipta mencapai US%87,04 juta atau setara Rp1,4 triliun.

Kemendag mendorong pemanfaatan ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat pengembangan ekspor khususnya di perdesaan. Saat ini, sebanyak 2.332 desa di berbagai daerah di Indonesia telah teridentifikasi dan akan diberikan pendampingan bersama untuk dikembangkan menjadi Desa Bisa Ekspor. (*)

# Tag