Venteny (VTNY) Catat Laba Naik 99,76% di Kuartal II/2025, Ditopang Lonjakan Pendapatan Digital

Venteny (VTNY) Catat Laba Naik 99,76% di Kuartal II/2025, Ditopang Lonjakan Pendapatan Digital
Ilustrasi perusahaan pembiayaan konsumen PT Venteny Fortuna International Tbk atau Venteny (VTNY). Foto Venteny

Emiten pembiayaan konsumen, PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY), mencatat kinerja solid pada kuartal II/2025. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp7,39 miliar, melesat 99,76% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp3,70 miliar.

Kinerja laba ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bersih yang mencapai Rp104,01 miliar, naik 18,29% secara tahunan. Pendapatan ini sebagian besar berasal dari penjualan barang digital melalui platform Venteny — seperti pulsa, paket data, token PLN, layanan PPOB, dan e-money — yang mencapai Rp47,67 miliar.

Sementara itu, pendapatan bunga turut naik menjadi Rp55,72 miliar. Segmen lain menyumbang denda sebesar Rp305,18 juta dan administrasi Rp298,46 juta, meskipun pendapatan dari “lain-lain” turun menjadi Rp3,17 juta. Segmen penjualan dan pengembangan sistem dihentikan pada periode ini.

Jika dibandingkan dengan kuartal II/2024, seluruh komponen pendapatan mengalami peningkatan signifikan. Penjualan barang digital sebelumnya hanya Rp21,31 miliar dan pendapatan bunga Rp42,27 miliar.

Segmen penjualan dan pengembangan sistem bahkan sempat berkontribusi Rp16,71 miliar. Adapun denda dan administrasi masing-masing tercatat Rp284,46 juta dan Rp951,13 juta. Total pendapatan pada kuartal II/2024 senilai Rp87,94 miliar.

Kenaikan pendapatan ini disertai peningkatan beban pokok pendapatan sebesar 18,33% menjadi Rp68,93 miliar pada kuartal II/2025. Beban ini terdiri dari penjualan barang digital Rp39,03 miliar, bunga pinjaman Rp19,50 miliar, amortisasi Rp10,04 miliar, dan beban lain-lain Rp354,41 juta.

Sebagai catatan, beban bunga dan amortisasi justru mengalami penurunan dibanding kuartal II/2024 yang masing-masing senilai Rp26,10 miliar dan Rp10,04 miliar. Namun, saat itu segmen penjualan barang digital belum menjadi komponen utama.

Dengan beban pokok tersebut, laba kotor perusahaan meningkat 18,17% menjadi Rp35,07 miliar dari sebelumnya Rp29,68 miliar. Sejumlah beban operasional masih membengkak, seperti beban pemasaran yang naik menjadi Rp3,43 miliar dari Rp2,65 miliar. Namun, beban umum dan administrasi berhasil ditekan dari Rp36,50 miliar menjadi Rp24,89 miliar.

Kondisi ini membawa perbaikan signifikan pada laba usaha Venteny. Dari rugi Rp9,47 miliar pada kuartal II/2024, perusahaan berhasil membukukan laba usaha sebesar Rp6,75 miliar di kuartal II/2025. Laba bersih per saham pun naik dari Rp0,59 menjadi Rp1,18.

Dari sisi neraca, total aset perusahaan tumbuh menjadi Rp1,29 triliun, naik dari Rp1,18 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kas dan setara kas turut menguat dari Rp33,54 miliar menjadi Rp57,91 miliar.

Namun, liabilitas juga meningkat dari Rp774,79 miliar menjadi Rp870,98 miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh naiknya utang obligasi dari Rp184,58 miliar menjadi Rp273,85 miliar, serta utang bank jangka pendek dari Rp108,32 miliar menjadi Rp116,44 miliar.

Pinjaman dari pihak berelasi juga meningkat menjadi Rp210,56 miliar, sementara pinjaman pihak ketiga justru menurun dari Rp188,34 miliar menjadi Rp147,75 miliar.

Dari sisi ekuitas, perusahaan mencatat pertumbuhan 4,02% menjadi Rp424,13 miliar dari Rp407,71 miliar.

Mengutip data TradingView pada Kamis (31/7/2025) pukul 13.06 WIB, harga saham VTNY berada di level Rp91 per saham. Volume transaksi tercatat sebesar 6,75 juta saham, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp588,93 miliar. Saham dibuka di level Rp93, menyentuh harga tertinggi Rp94, dan terendah Rp91 sepanjang sesi pertama. (*)

# Tag