BRI Bukukan Laba Rp26,53 Triliun di Triwulan II/2025, 80% Kredit Mengalir ke UMKM
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menunjukkan performa keuangan yang tangguh hingga kuartal II/2025. Bank pelat merah ini berhasil membukukan laba bersih senilai Rp26,53 triliun. Dari sisi aset, BRI mencatat pertumbuhan sebesar 6,52% secara tahunan (year on year/yoy), menembus angka Rp2.106,37 triliun.
Pertumbuhan kinerja tersebut tak lepas dari fokus BRI pada segmen yang menjadi DNA-nya: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). “Penyaluran kredit BRI tumbuh 6,0% YoY menjadi Rp1.416,6 triliun. Dari total kredit yang disalurkan tersebut, segmen UMKM mengambil porsi 80,32%,” ungkap Direktur Utama BRI, Hery Gunardi.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI turut menunjukkan peningkatan yang solid. Secara konsolidasi, DPK tumbuh 6,7% yoy menjadi Rp1.482,1 triliun.
Perbaikan juga tampak dari komposisi dana, di mana proporsi dana murah (Current Account Saving Account/CASA) mengalami peningkatan menjadi 65,5% dari total DPK. Pertumbuhan CASA sendiri mencapai 10,6% YoY, ditopang oleh dana giro yang melonjak 16,1% dan tabungan yang naik 6,8% YoY.
“BRI akan melakukan perbaikan funding structure untuk pertumbuhan CASA yang sehat melalui segmentasi layanan simpanan, penyederhanaan produk, akselerasi giro, penguatan digital channel serta penguatan brand untuk memperkuat posisi di pasar ritel dan wholesale,” ujar Hery.
Seiring penguatan pendanaan, BRI juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan non-bunga. Fee dan pendapatan operasional lainnya tumbuh 10,6% yoy menjadi Rp26,7 triliun.
Pencapaian ini ikut mendorong PPOP (Pre-Provision Operating Profit) naik menjadi Rp58,3 triliun, tumbuh 2,2% dibanding tahun lalu. Capaian ini mencerminkan kualitas pertumbuhan yang tetap terjaga di tengah dinamika industri.
Efisiensi biaya pendanaan juga menjadi salah satu fokus BRI. Hingga akhir triwulan II 2025, Cost of Fund (CoF) tercatat di angka 3,6%, sementara Cost of Deposit (CoD) berhasil ditekan hingga 3,0%. Indikator likuiditas BRI pun tetap solid, dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) mencapai 150,5% dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 125,6%.
Perbaikan struktur pendanaan turut memperkuat posisi likuiditas BRI, yang tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 84,97%. Di sisi lain, kekuatan permodalan bank tetap kokoh dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 25,01%.
Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) tercatat 3,04%. Meski demikian, BRI tetap menjaga pencadangan yang memadai melalui NPL Coverage sebesar 188,84%.
Hery menegaskan bahwa seluruh capaian ini bukan hanya soal pertumbuhan angka, melainkan bagian dari misi besar BRI dalam membangun ekonomi kerakyatan.
“Melalui program transformasi yang tengah dijalankan dan dengan dukungan seluruh insan BRILiaN serta kepercayaan masyarakat, BRI optimistis dapat menjaga kinerja positif dan berkelanjutan, serta tetap memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” tuturnya.
Kinerja positif BRI hingga triwulan II/2025 mencerminkan strategi pertumbuhan yang konsisten di tengah dinamika ekonomi. Dengan fokus pada penguatan segmen UMKM, efisiensi pendanaan, dan perbaikan struktur dana, BRI mencatat pertumbuhan yang stabil di berbagai indikator keuangan utama.
Ke depan, keberlanjutan kinerja ini akan bergantung pada kemampuan perseroan menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan pengelolaan risiko secara prudent. (*)