Tiga Jurus Unilever Mendongkrak Pertumbuhan Bisnis Pada 2025
Presiden Direktur UNVR, Benjie Yap. (Tangkapan layar: Syifa Nur Layla/SWA)PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengimplementasikan tiga strategi yang dilancarkan sepanjang semester I/2025. Presiden Direktur UNVR, Benjie Yap, menuturkan strategi tersebut diyakini mengerek pertumbuhan bisnis perseron hingga akhir 2025.
Pertama, memaksimalkan potensi merek melalui perbaikan 6P, yakni product (produk), price (harga), place (tempat), promotion (promosi), prepositions (preposisi) dan pack (pengemasan). UNVR mengandalkan produk Pepsodent, Lifebuoy, dan Royco untuk memaksimalkan potensi bisnis tersebut.
“Pepsodent, Bango, Royco, Sunlight, Axe dan Clear juga mencatatkan pertumbuhan di semester I/2025, menegaskan kembali relevansi dan ketangguhan merek-merek tersebut di tengah lanskap pasar yang dinamis,” ujar Benjie dalam konferensi pers virtual, Kamis (31/7/2025).
Langkah kedua yakni menjadi pencipta pasar. UNVR akan menjangkau segmen kelas atas dan segmen kelas bawah melalui berbagai portofolionya. Pada segmen kelas atas, mengalami pertumbuhan tinggi 36% pada produk beauty dan wellbeing.
Sementara segmen kelas bawah, UNVR telah meluncurkan berbagai inovasi produk dengan harga terjangkau. Mulai dari Sabun Batang Lifebuoy, Bango magic dengan harga Rp 1000, dan meluncurkan Rinso dengan kemasan baru di harga Rp 500. Harapannya, UNVR dapat memperkuat saluran general trade.
Adapun strategi ketiga, UNVR memperluas cakupannya melalui banyak gerai secara langsung. Banyaknya gerai diikuti peningkatan kapasitas tenaga penjualan hingga memperbaiki pelayanan toko.
“Selain itu, kami mengoptimalkan variasi produk untuk memastikan bauran SKU yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan lokal. Semua upaya ini berkontribusi pada penjualan harian yang lebih kuat dan model distributive trade yang lebih menguntungkan,” ucap Benjie. Harga saham UNVR pada penutupan perdagangan hari ini melonjak sebesar 11,76%, menjadi Rp1.710 dari perdagangan sebelumnya. (*)