Efisiensi Jadi Kunci: Yupi Indo Jelly Gum (YUPI) Raup Laba Bersih Rp314,20 Miliar pada Semester I/2025

Efisiensi Jadi Kunci: Yupi Indo Jelly Gum (YUPI) Raup Laba Bersih Rp314,20 Miliar pada Semester I/2025
Ilustrasi olahan permen Yupi yang diproduksi PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI). Foto oleh Yupi

Perjalanan bisnis PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI), produsen kembang gula yang sudah akrab di lidah banyak orang Indonesia, tetap menunjukkan ketahanan. Di tengah penurunan penjualan, perusahaan ini masih berhasil mencatatkan kenaikan laba — meski tipis (0,14%) — pada semester pertama 2025.

Dalam laporan keuangan terbarunya, YUPI mengumumkan laba bersih sebesar Rp314,2 miliar untuk periode Januari hingga Juni 2025. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan laba tahun sebelumnya pada periode yang sama, yang mencapai Rp313,76 miliar.

Namun, di balik pertumbuhan laba tersebut, ada catatan yang perlu dicermati. Pendapatan YUPI justru mengalami penurunan. Total pendapatan dari kontrak dengan pelanggan tercatat sebesar Rp1,43 triliun, turun 7,07% dibandingkan dengan Rp1,54 triliun pada semester I/2024.

Penurunan ini sebagian besar berasal dari menurunnya penjualan di pasar domestik, yang sebelumnya Rp1,17 triliun kini menjadi Rp1,12 triliun. Penjualan ekspor juga ikut melemah, dari Rp395,97 miliar menjadi Rp354,42 miliar. Setelah dikurangi potongan dan rabat yang membengkak menjadi Rp50,10 miliar, pendapatan bersih YUPI pun merosot.

Meski menghadapi tantangan dari sisi penjualan, YUPI cukup lihai dalam menjaga efisiensi biaya. Beban pokok penjualan berhasil ditekan sebesar 4%, menjadi Rp970,72 miliar. Efisiensi ini turut menopang kinerja perusahaan, walaupun laba kotor tetap terkoreksi dari Rp529,1 miliar menjadi Rp461,2 miliar.

Di sisi pengeluaran operasional, beban penjualan serta beban umum dan administrasi berhasil ditekan. Namun, ada peningkatan pada beban usaha lainnya, sementara pendapatan dari lini usaha non-inti seperti pendapatan lain-lain justru menurun.

Hasil akhirnya, laba usaha YUPI turun sekitar 7% menjadi Rp368,9 miliar. Meski demikian, berkat tambahan pendapatan keuangan, laba sebelum pajak masih mencapai Rp390,46 miliar, dan laba bersih tetap tumbuh meski tipis.

Dari sisi neraca, YUPI menunjukkan penguatan struktur keuangan. Total aset perusahaan melonjak menjadi Rp3,58 triliun — naik 34% dari tahun lalu. Liabilitas relatif tetap di angka Rp429 miliar, sementara ekuitas meningkat drastis menjadi Rp3,15 triliun.

Di pasar saham, kinerja perusahaan ini masih menarik perhatian investor. Per 31 Juli 2025, harga saham YUPI tercatat di level Rp1.725 dengan volume transaksi 74.900 lembar. Nilai kapitalisasi pasarnya menyentuh Rp14,82 triliun. (*)

# Tag