Intip Bagaimana Jetour Membangun Layanan Purnajual Miliknya

null
Wildan Suyuthi, Aftersales Deputy Director PT Jetour Motor Indonesia. (Foto: M.Ubaidillah/SWA).

Di tengah persaingan ketat industri otomotif Indonesia, PT Jetour Motor Indonesia melaju dengan strategi yang tak hanya fokus pada penjualan, tapi juga pada kekuatan layanan purnajual. Perusahaan ini kini telah menghadirkan 16 showroom resmi yang beroperasi di berbagai wilayah Tanah Air, dan menargetkan ekspansi hingga 30 titik layanan pada akhir 2025.

Namun, bagi Jetour, ekspansi jaringan hanyalah salah satu bagian dari strategi besar. Di balik itu, terdapat investasi serius dalam infrastruktur pendukung, termasuk pembangunan gudang suku cadang berskala besar di Cikarang.

Gudang seluas lebih dari 2.400 meter persegi itu menjadi pusat distribusi utama untuk menjamin ketersediaan lebih dari 25.000 unit komponen, mencakup fast moving, medium, hingga slow moving parts.

“Semua upaya yang kami lakukan mulai dari servis perawatan dan perbaikan, gudang suku cadang yang lengkap di Cikarang, hingga program garansi komprehensif adalah wujud nyata dari komitmen kuat untuk mendukung kenyamanan yang optimal,” ujar Wildan Suyuthi, Aftersales Deputy Director PT Jetour Motor Indonesia, Senin (28/7/2025).

Jetour memang tidak memandang layanan purnajual sebagai aktivitas pelengkap pascapenjualan. Dalam filosofi mereka yang disebut Travel+, purnajual adalah bagian integral dari perjalanan konsumen — sebuah komitmen untuk memastikan setiap pengalaman berkendara berlangsung tanpa rasa khawatir.

Untuk memperkuat pilar layanan tersebut, perusahaan mengembangkan program manfaat purnajual yang cukup agresif di pasar. Setiap pembelian unit kendaraan Jetour dilengkapi dengan layanan servis gratis selama tiga tahun, mencakup biaya jasa dan suku cadang.

Lebih dari itu, Jetour juga menawarkan garansi kendaraan selama enam tahun tanpa batasan jarak tempuh, serta garansi mesin hingga sepuluh tahun atau 1 juta kilometer. Komitmen ini, tegas WIldan, bukan hanya tentang layanan, tetapi juga tentang membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen.

Keberadaan pusat distribusi nasional di Cikarang semakin menguatkan posisi Jetour. Selain menjamin pasokan suku cadang ke seluruh jaringan showroom, fasilitas ini juga mempercepat proses perawatan dan perbaikan di daerah, memberikan ketenangan tambahan bagi konsumen.

“Kehadiran pusat distribusi ini mempercepat proses perawatan dan perbaikan di seluruh jaringan showroom resmi Jetour, sekaligus memperkuat kesiapan layanan purnajual di berbagai daerah,” katanya.

Jetour juga mengimplementasikan pendekatan 4S (Sales, Service, Spare Parts, dan Survey) dalam strategi purnajualnya. Melalui pendekatan ini, perusahaan menjamin proses penjualan yang transparan dan edukatif, perawatan kendaraan oleh teknisi profesional, ketersediaan suku cadang asli, serta pelaksanaan survei kepuasan pelanggan secara rutin.

Selain aspek teknis, Jetour juga membangun sistem layanan yang responsif. Konsumen dapat mengakses Call Center 24 jam di nomor 0800-1-575757, memanfaatkan layanan Roadside Assistance untuk bantuan darurat di lokasi, serta Courtesy Car yang menjaga mobilitas selama kendaraan mereka diservis. Tidak ketinggalan, layanan Home Service juga tersedia untuk konsumen yang menginginkan perawatan tanpa perlu keluar rumah.

“Ini merupakan bentuk nyata bahwa layanan kami tidak terbatas oleh jarak. Komitmen terhadap layanan purnajual ini bukan hanya sebagai dukungan terhadap produk, tetapi juga sebagai upaya memperkuat daya saing Jetour di pasar otomotif nasional,” pungkas Wildan.

Dengan strategi layanan yang menyeluruh, Jetour tampaknya tak hanya menjual mobil, tapi juga menjual rasa tenang dan keyakinan bagi setiap konsumennya. Di pasar yang semakin kompetitif, diferensiasi semacam inilah yang bisa menjadi kunci untuk meraih loyalitas jangka panjang. (*)

# Tag