Saratoga Investama Sedaya (SRTG) Membukukan NAV Rp53,99 Triliun
PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) membukukan kinerja positif sepanjang semester pertama di tahun ini membukukan nilai aset bersih (net asset value/NAV) sebesar Rp53,99 triliun.
Pencapaian ini menunjukkan pertumbuhan kuartalan yang solid, didorong oleh kontribusi yang kuat dari saham-saham perusahaan di portofolio SRTG, antara lain PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).
Sejalan dengan peningkatan NAV, Saratoga per Juni tahun ini mencatatkan pendapatan dividen sebesar Rp1,26 triliun. Pendapatan dividen ini berasal dari perusahaan portofolio perseroan, seperti PT Alamtri Resources Tbk (ADRO), PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), dan TBIG.
Dengan dukungan arus kas yang solid dan likuiditas yang terjaga, Saratoga terus memiliki kemampuan untuk menjalankan strategi investasinya secara optimal, terukur dan berkelanjutan.
Direktur Investasi Saratoga, Devin Wirawan, menjelaskan kinerja perseroan itu mencerminkan peningkatan fundamental dari perusahaan-perusahaan portofolio yang dimiliki perseroan.
“Kami tetap berfokus pada sektor-sektor dengan prospek pertumbuhan jangka panjang seperti layanan kesehatan, infrastruktur digital, ekonomi hijau dan energi terbarukan, dan konsumen. Dengan pendekatan investasi yang disiplin, aktif, dan selektif, kami berupaya menciptakan nilai optimal bagi para pemegang saham, sekaligus mendukung pertumbuhan berkelanjutan dari perusahaan-perusahaan portofolio kami,” jelas Devin melalui keterangan pers di Jakarta, Jumat (1/8/2025).
Direktur Keuangan Saratoga, Lany D. Wong, menjabarkan Saratoga menjaga neraca yang solid dengan menurunkan utang bersih menjadi Rp304 miliar. Rasio biaya operasional terhadap NAV tercatat sebesar 0,4%, sementara rasio loan to value (LTV) sebesar 0,6% atau dalam batas yang sehat dan lebih baik dibandingkan posisi 0,6% dan 0,7% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
“Struktur keuangan yang kuat memberikan fleksibilitas bagi kami untuk menjalankan strategi investasi secara optimal, terutama di tengah dinamika pasar. Kami berkomitmen untuk menjaga efisiensi operasional dan pengelolaan risiko, guna memastikan Saratoga tetap berada pada posisi yang solid untuk memberikan hasil yang berkelanjutan bagi para pemegang saham,” kata Lany.
Sejalan dengan komitmen tersebut, Saratoga juga membagikan dividen tunai sebesar Rp14,75 per saham, dengan total nilai Rp199,9 miliar, yang diumumkan pada 25 Juni 2025.
Konsistensi dalam memberikan pengembalian investasi ini mencerminkan kepercayaan perusahaan terhadap fundamental bisnis jangka panjang serta komitmen untuk terus memberikan imbal hasil yang kompetitif kepada para investor.
Perusahaan Portofolio SRTG
Hingga Semester I 2025, Saratoga terus memperkuat portofolio investasinya di sektor-sektor strategis yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang, termasuk sektor kesehatan, infrastruktur digital, ekonomi hijau dan energi terbarukan, serta konsumen.
Di sektor kesehatan, Brawijaya Hospital mengembangkan Centers of Excellence seperti BraveHeart, yang merupakan salah satu pusat rujukan jantung nasional di bawah kepemimpinan kardiolog senior terkemuka, yaitu dr. Muhammad Yamin.
Brawijaya Hospital juga mengembangkan Benih IVF Center, satu-satunya klinik IVF di Indonesia yang bermitra langsung dengan Dr. Robert Fischer, MD, pakar IVF global yang terafiliasi dengan Star Fertility Malaysia sekaligus pendiri Fertility Center Hamburg—klinik IVF terkemuka di Jerman.
Pada sektor logistik, MGM Bosco Logistics memperluas kepemimpinannya di industri rantai dingin melalui kemitraan dengan PT Sanjaya International Fishery (SIF) untuk mengelola fasilitas cold storage terintegrasi di Cikarang, Jawa Barat. Ini mendukung efisiensi rantai pasok perikanan nasional untuk pasar domestik maupun ekspor. (*)