Cinta, Tawa, dan Luka Lama: Petualangan Emosional Tiga Perempuan Dewasa dalam "Mama-Mama Pengejar Cinta"
Adia tak pernah membayangkan pernikahan yang ia rawat selama bertahun-tahun akan kandas begitu saja. Sebagai istri yang tampak memiliki segalanya — suami mapan, rumah nyaman, hidup yang nyaris tanpa cela — dunia Adia runtuh ketika Harris, suaminya, tiba-tiba menggugat cerai. Tak ada prolog panjang. Hanya sebuah akhir yang datang begitu saja.
Setahun berselang, luka Adia mulai mengering. Ia mencoba merangkai ulang kehidupannya, pelan-pelan, dengan hati yang masih rapuh. Namun hidup, seperti biasa, punya selera humor yang kejam.
Suatu hari, Adia mendengar kabar bahwa Harris akan menikah lagi. Kali ini, dengan perempuan yang usianya jauh lebih muda. Siapa yang bisa menerima kenyataan seperti itu? Apalagi kalau yang dulu meninggalkan, justru lebih dulu bahagia.
Inilah potongan kisah dari Mama-Mama Pengejar Cinta, serial original terbaru dari Vidio yang akan tayang perdana pada 15 Agustus 2025. Disutradarai oleh Lasja Fauzia dan diproduksi oleh Amadeus Sinemagna, drama komedi ini mengupas sisi paling manusiawi dari kehidupan perempuan dewasa—saat mereka harus jatuh cinta lagi, kehilangan lagi, dan tetap melanjutkan hidup.
Wulan Guritno memerankan Adia dengan ketenangan yang menyimpan badai. Di sisinya, hadir dua sahabat yang tak kalah kompleks. Tara (diperankan oleh Asri Welas) adalah sosialita periang yang selalu tampak bahagia di luar, namun diam-diam menyimpan luka emosional yang tak mudah sembuh. Sementara Ibel (Masayu Anastasia) bergulat dengan masalah kesuburan dan rumah tangga yang mulai retak.
Ketiganya membentuk ikatan persahabatan yang menjadi napas utama serial ini. Dalam upaya Adia untuk menggagalkan pernikahan mantan suaminya, mereka terlibat dalam serangkaian aksi konyol dan mengharukan.
Ada pertengkaran, ada pelukan, ada tangis yang berujung tawa. Tapi lebih dari itu, ada kesadaran bersama bahwa cinta di usia dewasa datang dengan bentuk dan tantangannya sendiri.
Serial ini bukan hanya tentang romansa, tetapi juga tentang keberanian perempuan untuk mengambil kembali kendali atas hidup mereka. Tentang keteguhan untuk tidak menyerah pada standar bahagia versi orang lain. Dan tentang kenyataan bahwa meskipun jalan cinta seringkali berliku, tak ada kata terlambat untuk mengejarnya.
Dengan total delapan episode yang tayang setiap Jumat, Mama-Mama Pengejar Cinta menjanjikan tontonan yang tak hanya menghibur, tapi juga menyentuh dan relevan bagi siapa pun yang pernah jatuh, terluka, dan memilih bangkit lagi.
Karena pada akhirnya, cinta bukan milik yang muda saja. Cinta juga milik mereka yang berani — meski sudah mama-mama. Saksikan kisah lengkapnya, hanya di Vidio. (*)