Tokenize Indonesia Dorong Adopsi Blockchain dan Tokenisasi Aset Nyata di Lembaga Keuangan
Tokenize Indonesia, sebuah inisiatif akselerator yang diinisiasi oleh BRI Ventures, Saison Capital, dan Coinvestasi, telah menggelar workshop bertajuk “Future of Digital Assets: Mengeksplorasi Tokenisasi/RWA”.
Acara yang berlangsung secara tertutup di OJK Infinity Innovation Centre, Jakarta Pusat, ini dirancang untuk membahas potensi implementasi nyata tokenisasi aset dan teknologi blockchain di sektor keuangan Indonesia.
Markus L. Rahardja, Plt. Direktur Utama BRI Ventures, mengatakan bahwa forum ini mempertemukan institusi terpilih, termasuk perbankan, lembaga keuangan, venture capital, tim inovasi, serta penyedia teknologi, untuk menggali use case konkret dari tokenisasi dan RWA (Real-World Assets).
Menurut Markus, acara ini bukan sekadar pertemuan teknologi biasa, melainkan forum strategis pertama di Indonesia yang bertujuan menggeser diskusi dari teori ke arah implementasi konkret.
Ia juga menegaskan bahwa solusi tokenisasi dan RWA memiliki potensi merevolusi proses penerbitan, pengelolaan, dan perdagangan aset secara institusional, dimulai dari sekarang — bukan di masa depan.
Acara ini terdiri dari dua sesi panel. Panel pertama membahas tren global dan regional dalam tokenisasi, serta bagaimana institusi dan investor mulai beralih fokus pada penerapan RWA. Panel ini juga mengulas langkah-langkah yang perlu diambil agar Indonesia dapat menjadi pelopor, bukan sekadar pengikut, dalam adopsi teknologi ini.
Pembicara pada sesi ini adalah Markus L. Rahardja (Direktur Investasi, BRI Ventures) dan Qin En Looi (Partner, Saison Capital), dengan moderator Steven Suhadi (Co-Founder, Coinvestasi & Coinfest Asia).
“Sinergi lintas sektor ini penting agar inovasi tidak hanya menjadi wacana, tetapi dapat diterapkan secara nyata dan memberi manfaat luas bagi ekosistem,” tambah Markus.
Panel kedua berfokus pada konteks lokal, menghadirkan institusi seperti BRI, Pegadaian, MDI Ventures, dan Pos Digital. Diskusi mencakup prioritas inovasi di masing-masing institusi, tantangan yang dihadapi, serta minat awal terhadap solusi berbasis blockchain sebagai bagian dari strategi transformasi digital yang lebih luas — bukan sekadar eksperimen.
Menutup sesi, peserta diperkenalkan pada program sandbox OJK, sebagai mekanisme untuk menyelaraskan inovasi dengan regulasi keuangan yang berlaku. Program ini diharapkan dapat membuka jalur adopsi teknologi yang lebih terstruktur dan bertanggung jawab.
Workshop ini juga dihadiri oleh sejumlah penyedia solusi blockchain global, seperti Stellar Development Foundation, IOTA, Fireblocks, dan Ripple. Mereka berbagi wawasan mengenai kesiapan infrastruktur, keamanan, dan interoperabilitas lintas sistem, serta membuka peluang kolaborasi lintas negara yang penting untuk mendorong pertumbuhan ekosistem blockchain di Indonesia. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.