Mulianto, Direktur Utama ITMG. (Ist) PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (kode saham ITMG) dalam lima tahun terakhir (2020-2024) telah membagikan total dividen sebesar Rp23.156 per saham. Pada periode yang sama, pergerakan harga sahamnya berkisar antara Rp22.000 dan Rp24.000.
“Artinya, pemegang saham ITMG yang memiliki saham sejak 2020 telah mendapatkan imbal hasil berkisar 100%,” Mulianto, Direktur Utama ITMG, menjelaskan.
ITMG merupakan perusahaan di bidang penambangan batu bara dengan enam konsesi yang tersebar di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki Banpu Minerals (Singapore) Pte. Ltd. (65,14%) ini terus berinovasi dan melakukan transformasi untuk menghadapi berbagai tantangan, baik yang bersumber dari eksternal maupun internal perusahaan.
Menurut Mulianto, tantangan yang bersumber dari eksternal itu mencakup fluktuasi harga batu bara di pasar global, tekanan bisnis akibat pandemi Covid-19, ketidakpastian kondisi geopolitik, dinamika permintaan batu bara khususnya dari Tiongkok dan India, serta dinamika regulasi pemerintah, misalnya yang menyangkut royalti dan kewajiban DMO (Domestic Market Obligation ).
Adapun tantangan internal meliputi daya saing operasional yang harus terus ditingkatkan, level cadangan batu bara untuk jangka panjang yang harus dijaga, kompleksitas operasional di wilayah yang tersebar, dan pergeseran teknologi yang menuntut peningkatan kapabilitas SDM (terutama yang terkait dengan AI).
Di bawah kepemimpinan Mulianto yang menjabat Dirut sejak Mei 2020, ITMG berhasil berselancar di atas gelombang tantangan tersebut dan mengantarkan perusahaan ini mencetak kinerja bagus.
Pada 2020, ITMG baru mencetak pendapatan US$85,34 juta dan laba bersih US$39,47 juta, sedangkan pada 2022 berhasil mencetak puncak prestasi dengan pendapatan dan laba bersih sebesar US$3.636,21 juta dan US$1.200,07 juta.
“Ini merupakan pencapaian laba bersih tertinggi sejak perusahaan ini berdiri,” ungkapnya.
Sayang sekali, pada dua tahun berikutnya — karena harga jual batu bara yang terus menurun — kinerja ITMG mengalami penurunan. Pada 2022 harga jual rata-rata batu bara ITMG sebesar US$192 per ton, pada 2023 turun menjadi hanya US$113 per ton. Sementara itu, rata-rata harga jual batu bara ITMG pada kuartal I/2024 hanya US$97 per ton.
Penurunan harga jual tersebut, meski disertai volume penjualan yang meningkat, langsung berdampak pada kinerja ITMG pada 2023 dan 2024. Pada 2023 baik pendapatan dan laba bersih ITMG turun menjadi US$2.374,32 juta dan US$500,33 juta, sedangkan pendapatan dan laba bersih tahun 2024 turun menjadi US$2.304,5 juta dan US$374,12 juta.
Meski mengalami penurunan kinerja dalam dua tahun terakhir, ITMG tetap mampu meningkatkan pundi-pundi kekayaan pemegang sahamnya. Pencapaian kinerja bisnis dan kinerja saham yang ciamik sepanjang 2020-2024 mengantarkannya menempati peringkat 10 dalam SWA100 Indonesia’s Best Wealth Creator 2025 untuk kelompok emiten berkapitalisasi pasar besar dengan nilai WAI (Wealth Added Index ) sebesar Rp2.832.672 juta.
Ini berarti selama periode tersebut nilai kekayaan pemegang saham bertambah Rp2,8 triliun lebih setelah dikurangi dengan biaya modal. Pencapaian ini merupakan sebuah lompatan karena pada 2024 posisi ITMG masih berada di urutan 36 dengan nilai WAI yang masih negatif.
Apa strategi manajemen yang mengantarkan ITMG menempati peringkat 10 dalam SWA100 Indonesia’s Best Wealth Creator 2025 ?
Berikut wawancara SWA dengan Mulianto:
Apa saja terobosan ITMG dalam menghadapi berbagai tantangan?
Kami berusaha meningkatkan efisiensi operasional melalui optimalisasi rantai pasok dan penerapan teknologi digital dalam kegiatan pertambangan guna meningkatkan produktivitas dan akurasi pengambilan keputusan.
Di sisi lain, kami juga mulai memperkuat diversifikasi bisnis dengan menjajaki potensi di sektor strategic minerals dan energi terbarukan sebagai bagian dari komitmen terhadap transisi energi jangka panjang.
Salah satu langkah nyata yang telah dijalankan sejak 2022 ialah pengembangan bisnis panel surya atap (solar rooftop ) melalui salah satu anak usaha kami.
Kami juga terus memantau peluang investasi pada tambang non-batu bara sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas portofolio bisnis.
Dengan disiplin yang tinggi dalam pengelolaan portofolio, termasuk pengelolaan kas dan investasi, Perusahaan dapat menjaga fleksibilitas keuangan sehingga dapat lebih lincah dalam melakukan akuisisi ataupun ekspansi bisnis baru.
Yang tak kalah penting, kami juga memperkuat praktik ESG secara menyeluruh, meliputi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola yang sejalan dengan aspirasi berkelanjutan Perusahaan.
Kami meyakini bahwa praktik ESG yang baik tidak hanya mendukung reputasi Perusahaan, namun juga memberikan nilai tambah melalui efisiensi operasional dan pengurangan risiko, seperti menghindari potensi penalti ataupun biaya-biaya akibat ketidakpatuhan.
Seperti apa gambaran efisiensi yang telah dilakukan?
Efisiensi operasional merupakan salah satu prioritas utama kami dalam lima tahun terakhir (2020-2024), terutama dalam menghadapi volatilitas harga batu bara, inflasi biaya, serta tekanan dari dinamika pasar energi global.
Terdapat peningkatan efisiensi yang konsisten, tecermin pada terjaganya biaya produksi (di luar royalti) selama empat tahun terakhir sekalipun terdapat tekanan harga komoditas dan juga laju inflasi.
Bahkan pada tahun 2020, ketika harga batu bara berada di titik terendah dalam siklus industri, Perusahaan berhasil menerapkan manajemen biaya yang ketat sehingga tetap mampu mencatatkan kinerja keuangan yang positif bagi seluruh pemangku kepentingan.
Apa saja langkah yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya?
Sejalan dengan transformasi bisnis, kami melakukan perubahan organisasi guna meningkatkan efektivitas. Salah satu langkah penting ialah memperkuat kluster Melak, dengan mengelola beberapa tambang di bawah satu manajemen terpadu.
Pendekatan ini memungkinkan untuk melakukan efisiensi struktur organisasi, berbagi sumber daya dan infrastruktur, serta mencapai skala ekonomi yang lebih baik, sekaligus memperkuat koordinasi antartambang dalam satu wilayah operasional.
Bagaimana kebijakan investasi agar memberikan pengembalian yang sesuai dengan risiko yang diambil?
Kebijakan investasi Perusahaan selama lima tahun terakhir dijalankan secara selektif dan disiplin dengan prinsip risk-adjusted return , setiap alokasi modal harus memberikan potensi imbal hasil yang sebanding dengan risiko yang diambil. Perusahaan menggunakan indikator seperti IRR dan NPV guna menentukan suatu proyek.
Perusahaan hanya melihat proyek-proyek yang berada dalam ekosistem energi, seperti batu bara, mineral strategis, serta energi baru dan terbarukan. Pendekatan ini menjaga fokus Perusahaan dan mencegah diversifikasi yang tidak terkendali.
Apa saja corporate action yang dilakukan selama 2020-2024?
Selain rutin membagikan dividen, kami juga menjalankan beberapa corporate action , seperti investasi di PT Centra Multi Suryanesia Aset, perusahaan yang bergerak di sektor energi terbarukan, khususnya dalam panel surya atap.
Selain itu, Perusahaan juga melakukan sejumlah investasi pada startup yang bergerak di bidang energi terbarukan dan pengelolaan karbon. Langkah ini menunjukkan komitmen Perusahaan dalam menjajaki sektor energi masa depan guna mendukung transisi energi dan pencapaian target keberlanjutan jangka panjang.
Salah satu peristiwa penting bagi Perusahaan juga terjadi di 2024, yaitu dimulainya produksi batu bara di tambang-tambangnya yang baru, yaitu PT Graha Panca Karsa dan PT Tepian Indah Sukses.
Pengembangan tambang-tambang ini akan memberikan kontribusi langsung terhadap volume produksi, memperkuat cadangan, dan dapat menggantikan produksi saat tambang-tambang yang sudah berjalan memasuki fase akhir operasi.
Bagaimana ITMG mengoptimalkan struktur modal dengan menyeimbangkan antara utang dan ekuitas?
Berdasarkan berbagai indikator keuangan, struktur permodalan Perusahaan dapat dikatakan sehat dan dikelola dengan prinsip kehati-hatian. Per Maret 2025, saldo kas dan setara kas mencapai lebih dari US$1 miliar, atau sekitar 43% dari total aset.
Perusahaan berada dalam posisi net cash , dengan rasio utang terhadap ekuitas (debt-to-equity ratio ) sangat rendah di level 0,03x. Struktur permodalan ini memberikan keleluasaan bagi kami untuk melakukan ekspansi, investasi strategis, dan pembagian dividen secara berkelanjutan tanpa ketergantungan pada pembiayaan eksternal.
Apa hasil inovasi yang dapat meningkatkan nilai bagi pelanggan ataupun pemegang saham pada 2020-2024?
Salah satu inovasi yang terbukti efektif ialah penguatan strategi blending batu bara guna memenuhi permintaan kualitas batu bara yang semakin beragam dari pelanggan.
Dengan pendekatan ini, ITMG mampu mengelola sumber daya dari berbagai tambang secara lebih fleksibel, menghasilkan produk dengan spesifikasi yang tepat, dan meningkatkan volume penjualan tanpa mengorbankan kualitas. Kepuasan pelanggan meningkat, dan Perusahaan dapat memaksimalkan nilai dari aset yang dimiliki.
Perusahaan juga terus mendorong transformasi digital di bidang operasional dan logistik, termasuk sistem monitoring berbasis data untuk meningkatkan efisiensi, akurasi perencanaan, dan kecepatan pengambilan keputusan.
Apa kekuatan yang diandalkan dalam bersaing?
Salah satu kekuatan utama ITMG ialah kepemilikan aset batu bara berkalori tinggi, yang semakin langka di pasar global. Produk ini memiliki efisiensi pembakaran lebih tinggi dan sangat diminati pelanggan industri maupun pembangkit listrik karena cocok untuk dicampur dengan batu bara berkalori rendah atau sedang yang lebih melimpah. Keunggulan ini memberikan posisi tawar yang kuat bagi Perusahaan dan membedakannya dengan banyak pesaing regional.
Catatan Redaksi: Saham ITMG terus diapresiasi investor. Per 1 September 2020, sahamnya di posisi Rp7.500. Pada penutupan perdagangan 8 Agustus 2025, harga saham berada di Rp23.350. Artinya terbang 211,33%(*)