“P.S. I Love You” dari Lakon Store: Saat Busana Menjadi Surat Cinta Terbuka di Penutupan JF3 2025

nullKoleksi bertajuk “P.S. I Love You" dari Lakon Store. (Foto: JF3)

Di antara riuh gemerlap panggung JF3 2025, ada satu pertunjukan yang tak hanya memamerkan busana, tapi juga merayakan emosi terdalam manusia: cinta.

Pada sesi show ke-2 menjelang penutupan festival, Lakon Store menghadirkan koleksi bertajuk “P.S. I Love You”, sebuah persembahan visual dan emosional dari lima brand di bawah naungannya: Oxford Society, Kyrra, By Dree, Saroengan, dan Senja Sore.

Dibawakan di Re-Crafted Hall, Summarecon Mall Serpong, koleksi ini menampilkan 90 look yang bukan sekadar mode, tetapi narasi hidup tentang kerinduan, semangat, luka, hingga penerimaan. Semua disulam dalam benang-benang yang mencerminkan koneksi antar manusia, kerentanan, dan keberanian untuk mencintai dalam berbagai bentuknya.

Lakon Store menyusun koleksi ini layaknya sebuah surat cinta yang tak pernah dikirim: jujur, personal, dan menyentuh. Melalui lima subtema: Saudade, Rebirth, Eternal Flame, Shadowed Love, dan Savage Love, setiap brand membawa interpretasinya masing-masing terhadap makna cinta. Ada kerinduan yang tak tersampaikan, harapan yang tumbuh dari patah, hingga gejolak cinta yang liar dan tak bisa dijinakkan.

Palet warna, tekstur, dan siluet dalam koleksi ini berbicara tanpa perlu suara. Warna-warna temaram, motif simbolik, serta detail organik menyatu dengan aksen struktural yang tegas, seolah mengekspresikan dinamika antara kelembutan dan kekuatan dalam mencintai. Tidak ada satu bentuk cinta yang lebih sah dari yang lain — semuanya valid, semuanya indah dalam kejujurannya.

“Cinta bukan sekadar satu rasa”. Begitulah kira-kira pesan yang ingin disampaikan Lakon Store. Ia adalah gerakan, ketegangan, kehangatan, dan kadang-kadang, luka yang tidak ingin sembuh. Dalam setiap potongan kain dan garis potong, ada kisah yang berbisik tentang bagaimana cinta membentuk kita sebagai manusia.

Lebih dari sekadar pertunjukan mode, “P.S. I Love You” adalah pengalaman emosional. Ia mengajak penonton untuk tidak hanya melihat, tapi juga merasa—untuk mengenang, merayakan, atau mungkin mengikhlaskan.

Sebab, seperti yang dikatakan Lakon Store melalui setiap busana yang tampil, cinta dalam bentuk apa pun, selalu layak untuk dikenang. Dan dikenakan. (*)

# Tag