Perkantoran CBD Jakarta Semester II Diprediksi Positif dan Okupansi Naik

null
Gedung perkantoran di bilangan SCBD Jakarta. (Foto: Ubaidillah/SWA)

Laporan MarketBeat Cushman & Wakefield untuk kuartal II 2025 mencatat bahwa tidak ada tambahan pasokan baru di sektor perkantoran kawasan central business district (CBD) Jakarta. Total stok ruang perkantoran di kawasan ini tetap di angka sekitar 7,4 juta m² hingga akhir Juni 2025.

“Tidak ada proyek baru yang diperkirakan akan masuk ke pasar hingga akhir tahun 2025, sehingga total pasokan akan tetap pada angka saat ini,” ujar Arief Rahardjo, Direktur Strategic Consulting Indonesia, Senin (4/8/2025).

Cushman & Wakefield juga mencatat bahwa aktivitas sewa selama kuartal tersebut berlangsung cukup lambat. Meski demikian, terjadi beberapa relokasi besar di tiga gedung perkantoran, dengan total ruang baru yang terisi mencapai 15.000 m². Seluruhnya berlokasi di gedung Grade A di kawasan Sudirman.

Penyerapan bersih selama kuartal ini tercatat sebesar 24.000 m². Dengan demikian, total penyerapan bersih sepanjang tahun hingga Juni 2025 telah mencapai 55.400 m². Gedung Grade A mendominasi penyerapan ruang kantor baru, yakni sekitar 97% dari total.

“Tingkat hunian keseluruhan di kawasan CBD terus mengalami peningkatan, sejalan dengan serapan bersih positif dan tanpa pasokan baru, selama kuartal ulasan, naik sebesar 0,4% menjadi 76,0% pada akhir Juni 2025,” ungkap Arief.

Dari sisi harga, sewa dasar rata-rata dalam rupiah tetap stabil di kisaran Rp171.800 per meter persegi per bulan, hanya naik tipis 0,1% dibanding kuartal sebelumnya. Namun dalam mata uang dolar AS, harga sewa dasar meningkat sebesar 2,7%, sebagian besar disebabkan oleh penguatan rupiah terhadap dolar sebesar 2,8% secara kuartalan.

Sementara itu, biaya layanan (service charge) tetap tidak berubah di angka Rp94.700 per meter persegi per bulan.

“Permintaan diperkirakan akan tetap positif selama semester kedua tahun ini, dan tingkat okupansi secara keseluruhan diproyeksikan meningkat lebih lanjut karena tidak adanya pasokan baru,” tegasnya. (*)

# Tag