Di Antara Kubah, Tangga, dan Lampion: Cerita Wisata Spiritual dari Negeri Jiran

Di Antara Kubah, Tangga, dan Lampion: Cerita Wisata Spiritual dari Negeri Jiran
Welcome to Malaysia. (Foto: Audrey Aulivia Wiranto/SWA)

Saat berbicara tentang wisata religi di Malaysia, banyak yang langsung membayangkan menara masjid yang megah atau lantunan azan yang bersahut-sahutan di pagi hari.

Wajar saja — seperti Indonesia, Malaysia adalah rumah bagi mayoritas umat Islam. Tapi negeri jiran ini menyimpan lebih dari sekadar masjid yang indah. Di balik wajah modern Kuala Lumpur dan harmoni budaya yang terasa di tiap sudut, tersembunyi destinasi religi lintas keyakinan yang kaya makna, penuh warna, dan tentu saja... fotogenik.

Dari patung emas raksasa Dewa Murugan yang menjulang di Batu Caves, hingga kemegahan Masjid Putra yang tampak terapung di tepian danau, dan tak lupa atmosfer merah emas yang menenangkan di Kuil Thean Hou — setiap tempat menghadirkan pengalaman spiritual sekaligus visual yang sulit dilupakan.

Malaysia tak hanya merangkul keimanan, tapi juga merayakan keberagaman. Jika kamu ingin menjelajah lebih dalam ke sisi religius Malaysia yang unik dan berwarna, tiga destinasi berikut bisa jadi awal perjalananmu.

Batu Caves. (Foto: Audrey Aulivia Wiranto/SWA)
Batu Caves. (Foto: Audrey Aulivia Wiranto/SWA)

🌄 1. Batu Caves: Petualangan Warna dan Spiritualitas

Kalau Anda lagi cari tempat wisata religi yang juga fotogenik di Malaysia, Batu Caves wajib masuk daftar!

Terletak sekitar 13 km dari pusat Kuala Lumpur, tempat ini adalah kompleks gua kapur yang jadi pusat ziarah umat Hindu — terutama saat Festival Thaipusam.

Hal pertama yang bakal bikin kita terpukau adalah patung Dewa Murugan raksasa setinggi 42,7 meter yang berdiri megah di pintu masuk. Dari situ, kita harus mendaki 272 anak tangga berwarna-warni buat sampai ke kuil utama di dalam gua. Capek?

Iya. Tapi view dan atmosfer spiritualnya benar-benar worth it!

Batu Caves dulunya bukan tempat wisata, lho. Awalnya cuma kawasan pemukiman, sampai akhirnya seorang tokoh Tamil bernama K. Thamboosamy Pillai membangun kuil untuk Dewa Murugan di dalam gua ini.

Selain sisi spiritual, gua-gua di sini juga punya nilai sejarah geologi — usianya diperkirakan 400 juta tahun! Oh ya, di sekitar kawasan juga ada tempat makan dan toko oleh-oleh dengan nuansa Buddha. Jadi, selain wisata rohani, kita juga bisa kulineran!

Masjid Putra. (Foto: Audrey Aulivia Wiranto/SWA)
Masjid Putra. (Foto: Audrey Aulivia Wiranto/SWA)

🕌 2. Masjid Putra: Masjid Pink yang Instagramable dan Megah

Berikutnya, kita bisa mampir ke Masjid Putra yang terletak di jantung Putrajaya, nggak jauh dari kantor Perdana Menteri Malaysia. Masjid ini super ikonik dengan kubah granit berwarna pink yang bikin tampilannya cantik dan elegan — cocok banget buat foto-foto!

Dibangun antara 1997–1999, masjid ini bisa menampung hingga 15.000 jamaah! Desainnya memadukan elemen Timur Tengah dengan arsitektur Melayu. Yang paling keren? Menara setinggi 116 meter yang bikin masjid ini kelihatan megah banget.

Karena lokasinya ada di tepi danau, masjid ini juga sering dijuluki “masjid terapung.” Tenang, nggak benar-benar mengapung kok, tapi dari kejauhan memang kelihatan seperti mengambang di atas air. Keren banget buat latar foto saat golden hour!

Kuil Thean Hou. (Foto: Audrey Aulivia Wiranto/SWA)
Kuil Thean Hou. (Foto: Audrey Aulivia Wiranto/SWA)

🏮 3. Kuil Thean Hou: Warna-warni Budaya Tionghoa di Tengah Kota

Terakhir, ada Kuil Thean Hou, salah satu kuil paling cantik di Kuala Lumpur yang wajib dikunjungi, apalagi pas perayaan Imlek. Dibangun tahun 1987 dan dibuka 1989, kuil ini punya arsitektur yang memadukan ajaran Buddha, Taoisme, dan Konfusianisme.

Begitu masuk, kita langsung disambut lampion kuning yang menggantung di mana-mana, ornamen warna merah dan emas yang mendominasi, dan aroma dupa yang menenangkan.

Kuil ini punya 3 lantai utama: lantai dasar untuk acara pernikahan dan kuliner vegetarian (yang enak!), lantai dua untuk sembahyang, dan lantai tiga sebagai pusat ibadah umat Buddha.

Area terbuka di atas dengan koridor-koridor panjang jadi spot favorit buat foto — terutama saat matahari mulai condong. Kalau kita suka suasana tenang tapi penuh warna budaya, Thean Hou adalah tempat yang tepat.

Setiap tempat suci menyimpan cerita. Di Malaysia, cerita-cerita itu hidup dalam warna-warni budaya, dalam jejak kaki para peziarah, dan dalam keheningan doa yang melintasi sekat keyakinan.

Batu Caves dengan semangatnya yang membuncah, Masjid Putra yang memeluk kedamaian di tepi danau, hingga Kuil Thean Hou yang membawa ketenangan dalam harmoni arsitektur — semuanya adalah pintu menuju pengalaman spiritual yang tak hanya mengisi memori, tapi juga menyentuh jiwa.

Jadi, jika kita ingin menjelajahi Malaysia dari sisi yang berbeda — bukan sekadar pelesiran, tapi perjalanan yang memberi makna — cobalah menyusuri jejak religius yang membentang di negeri jiran ini. Karena di antara langkah-langkah itu, bisa jadi kita menemukan sesuatu yang selama ini tak dicari, tapi diam-diam dibutuhkan: keheningan, kekaguman, dan kedekatan yang tak terduga dengan sesama dan diri sendiri. (*)

# Tag