Maybank Indonesia Fokus 3 Strategi Menumbuhkan Segmen UMKM
Sejalan dengan strategi Maybank Group, Maybank Indonesia terus memacu bisnis UKM dan memperkuat inisiatif keberlanjutan melalui tiga strategi utama. Mulai dari meningkatkan fokus pada pelanggan, mempercepat digitalisasi dan modernisasi teknologi, serta mendorong kepemimpinan dalam agenda keberlanjutan.
Head of SME Banking Maybank Indonesia, David Wongso, menjelaskan bahwa pendekatan yang dilakukan pihaknya pada sektor UKM, tak sekadar penyaluran kredit. “Kami menawarkan solusi seperti Working Capital Loans, Business Expansion Loans, Trade Finance, Equipment Financing, hingga program SME Super Combo Benefit. Tujuannya tidak hanya memenuhi kebutuhan finansial, tapi juga mendorong efisiensi dan daya saing bisnis nasabah,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (4/8/2025).
Maybank Indonesia juga merancang berbagai inovasi digital seperti eBiz PINTAR, pinjaman tanpa agunan yang dapat disetujui dalam waktu 5–7 hari kerja, lengkap dengan fitur pemeringkatan B-Score, AI Anti-Attrition, dan teknologi e-Signing untuk memenuhi kebutuhan ekosistem di segmen UKM melalui layanan yang berfokus pada nasabah.
Head of Sustainability Maybank Indonesia, Maria Trifanny Fransiska pun menegaskan bahwa Maybank Indonesia menyediakan pembiayaan ramah lingkungan, pembiayaan sosial, dan produk transisi dalam upaya menuju ekonomi rendah karbon.
Dalam implementasinya, Maybank Indonesia memperluas dukungan terhadap transisi energi melalui pembiayaan kendaraan bermotor ramah lingkungan, baik Electric Vehicle (EV) maupun hybrid. "Dukungan ini disalurkan melalui anak usaha yakni Maybank Finance dan WOM Finance. Pada 2024, pembiayaan ini tumbuh signifikan sebesar 86%," ungkapnya dalam siaran pers.
Sementara dalam sektor energi terbarukan, Maybank Indonesia juga telah menyalurkan dana sebesar Rp55,9 miliar untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) dan produksi menara kincir angin untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).
Alhasil, sepanjang 2024, total pembiayaan berkelanjutan Maybank Indonesia mencapai Rp22,1 triliun atau 19,4% dari total portofolio kredit (bank saja), yang disalurkan melalui pembiayaan pada Kategori Keuangan Usaha Berkelanjutan (KKUB) berdasarkan panduan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dari jumlah tersebut, Rp17,1 triliun merupakan pembiayaan untuk sektor UMKM. Ini membuktikan bahwa komitmen pembiayaan berkelanjutan yang diimplementasikan Maybank Indonesia sejalan dengan inisiatif pemberdayaan ekonomi lokal.
Segmen UKM merupakan fokus bisnis strategis tersendiri bagi Maybank Indonesia melalui unit SME Banking. Pendekatan keberlanjutan dan bisnis ini saling melengkapi, mencerminkan peran ganda UKM sebagai pendorong dampak dan penggerak pertumbuhan ekonomi.(*)