Cara VIDA Menangkal Aksi Penipuan Digital
Ancaman penipuan digital kian meningkat dan menyasar ke semua lapisan masyarakat. Modusnya pun beragam mulai video call dari kerabat yang tiba-tiba minta uang tetapi cara bicaranya janggal? Atau menerima SMS yang meminta Anda membagikan kode OTP? Hal ini sebagai indikasi, hampir jadi korban penipuan digital berbasis AI, seperti deepfake dan account takeover (ATO).
VIDA (PT Indonesia Digital Identity) sebagai penyedia layanan identitas digital terkemuka, menghadirkan sebuah laman edukatif bernama “Where’s The Fraud Hub” yang dirancang khusus untuk membantu masyarakat mengetahui cara mendeteksi dan memahami modus penipuan yang menggunakan teknologi AI.
Niki Luhur, Founder & Group CEO VIDA, menegaskan penipuan berbasis AI bukan lagi bayang-bayang masa depan, melainkan ancaman nyata yang tengah kita hadapi.
Melalui Where's The Fraud Hub, VIDA menyediakan wawasan real-time, analisis tren, dan dan literasi publik untuk melindungi identitas digital masyarakat. “Kami percaya bahwa edukasi adalah kunci utama dalam memerangi penipuan yang semakin canggih,” kata Niki Luhur dalam siaran pers yang diterima SWA.co.id, Selasa (5/8).
Dalam riset VIDA bertajuk “Where’s The Fraud: Protecting Indonesian Businesses from AI-Generated Digital Fraud” yang dilakukan pada 2024 lalu, menunjukkan bahwa 97% perusahaan di Indonesia mengalami insiden ATO dalam 12 bulan terakhir, dengan 84% di antaranya terkait kerentanan SMS OTP.
Where's The Fraud Hub: Laman Edukasi Dukung Indonesia Bebas Penipuan Digital adalah inisiatif nasional yang menyediakan white paper, studi kasus, dan data terkini tentang penipuan digital, panduan praktis mendeteksi penipuan berbasis AI, dan v ideo edukasi publik dan PSA yang mudah dipahami.
"Platform ini bukan sekadar kumpulan informasi, tetapi pusat pembelajaran interaktif yang memungkinkan masyarakat memahami dan mengenali berbagai jenis penipuan digital,” kata Niki Luhur. VIDA ingin setiap orang Indonesia memiliki kemampuan untuk melindungi diri dari ancaman digital yang terus berkembang.
Where's The Fraud Hub didukung oleh kolaborasi strategis dengan berbagai institusi, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Teguh Arifiyadi Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Kementerian Komunikasi dan Digital RI menyampaikan apresiasinya atas upaya VIDA dalam memberantas penipuan digital, di mana lebih dari 90% di antaranya berasal dari serangan social engineering, phishing, dan metode sejenis yang mengeksploitasi rendahnya literasi digital korban.
Serangan bisa datang dari mana saja dan menyasar siapa saja. Tapi aspek paling penting adalah bagaimana sebuah perusahaan memitigasi risikonya dan memiliki sistem backup yang kuat.
VIDA, sebagai penyelenggara PSrE, memegang peran penting dalam melakukan verifikasi identitas yang akurat demi mencegah bahaya penipuan digital yang kini makin canggih, terlebih dengan adanya dorongan teknologi AI.
Sesuai dengan komitmen VIDA untuk melindungi identitas digital, Where's The Fraud Hub merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan Indonesia digital yang aman dan tepercaya. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.