KEK Batam Dirancang Menjadi Pusat Industri Kesehatan
Salah satu penyumbang kinerja perekonomian nasional yang tumbuh sebesar 5,12% pada kuartal II/2025 adalah komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang naik 6,99% secara tahunan.Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan capaian investasi yang meningkat adalah di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Lalu dari investasi industri pengolahan yang berkontribusi sebesar 18,67%.
"Keberadaan KEK, Kawasan Industri (KI), dan investasi yang masuk akan dapat mempertahankan kinerja baik pertumbuhan ekonomi pada suatu wilayah," ucapnya dalam siaran pers, dikutip Kamis (7/8/2025).
Airlangga meyebut, terdapat pertumbuhan ekonomi di Pulau Sulawesi yang secara regional lebih tinggi dari rata-rata nasional. Sebab adanya kawasan industri di Morowali dan Bantaeng.
Selain itu, Airlangga berharap kawasan KEK menjadi cikal-bakal industri kesehatan nasional seperti KEK Batam dengan Rumah Sakit Apollo. Dengan begitu, Indonesia dapat bersaing dengan Singapura dan Malaysia yang terkenal dengan industri kesehatan terbaik.
"Jadi untuk menarik investasi, biasanya mereka minta first class hospital, kemudian keberadaan direct flight dari internasional ke Bandara Hang Nadim Batam, dan juga pelabuhan harus diperbagus di KEK Tanjung Kelayang,” ucapnya.
Selain itu, para perusahaan yang ada di KEK diharapkan bisa mendorong pendidikan bagi masyarakat di sekitar lokasi usaha. Pihak pemerintah juga mengeluarkan kebijakan Super Deduction Tax sampai 200% untuk perusahaan yang berperan dalam pendidikan atau vokasi. (*)