SBN Indonesia Laris dan Lampaui Target Pemerintah, Ini Penyebabnya

null

Penawaran Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia pada lelang kemarin mencatat hasil luar biasa. Total penawaran yang dimenangkan mencapai Rp32 triliun, melampaui target pemerintah sebesar Rp27 triliun.

Bahkan, total penawaran masuk (incoming bids) menyentuh rekor tertinggi Rp162,3 triliun—menegaskan tingginya minat investor terhadap SBN Indonesia.

Tingginya permintaan didorong oleh pelemahan dolar AS, kondisi likuiditas global yang lebih longgar, dan ekspektasi penurunan suku bunga kebijakan AS. Sepanjang tahun ini, kepemilikan SBN oleh investor domestik maupun global meningkat signifikan.

Per 8 Juli 2025, kepemilikan SBN oleh perbankan mencapai Rp1.315,2 triliun, naik Rp21,4 triliun secara month-to-date (MtD) dan Rp263,8 triliun secara year-to-date (YtD). Pada saat yang sama, kepemilikan Bank Indonesia (BI) justru turun tajam Rp134,8 triliun sejak Juni, menjadi Rp1.543,3 triliun.

Minat investor asing pun tetap solid. Kepemilikan asing tercatat Rp936,1 triliun atau 14,6% dari total beredar, sejalan dengan tren berlanjutnya ketertarikan terhadap obligasi pemerintah negara berkembang di tengah pelonggaran kebijakan moneter global.

“Tingginya permintaan investor memungkinkan BI secara bertahap melakukan normalisasi intervensi pasar dan mengurangi kepemilikan SBN-nya. Risiko fiskal-moneter di Indonesia telah menurun signifikan dalam beberapa bulan terakhir, didukung membaiknya likuiditas sistem keuangan domestik," kata Tim Riset Mirae Asset, Rully Arya Wisnubroto, Rabu (13/8/2025).

"Perbaikan ini terutama dipicu oleh pelemahan dolar AS dan ekspektasi penurunan suku bunga acuan AS," dia menambahkan.

Ia juga menyatakan, dalam jangka pendek, arah pasar akan dipengaruhi rilis data ekonomi AS yang bisa mengubah ekspektasi terkait kecepatan dan skala pemangkasan suku bunga The Fed ke depan.

Inflasi AS (CPI) Juli tercatat 2,7% year-on-year, di bawah ekspektasi 2,8%, sedangkan inflasi inti (core CPI) sebesar 3,1% year-on-year, sedikit di atas konsensus 3,0%.

“Ekspektasi penurunan suku bunga kebijakan sebesar 25 bps pada bulan September melonjak menjadi 93,4%. Menurut kami, hal ini akan mendorong sentimen bullish pada Rupiah dan SBN hari ini,” ujarnya. (*)

# Tag