Inflasi CPI AS Lebih Rendah Dari Ekspektasi, Kripto Pun Melesat
Pasar kripto terapresiasi pasca diumumkannya data inflasi CPI AS untuk Juli 2025. Bitcoin (BTC) bergerak naik tipis dari level US$118.000 ke US$119.000, dan beberapa altcoin membukukan kenaikan signifikan seperti Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan Chainlink (LINK). ETH naik 7% lebih menyentuh level harga US$4.600, sementara SOL dan LINK naik lebih dari 12% dalam 24 jam terakhir.
Walau demikian, kondisi inflasi AS secara lebih detail sebenarnya menunjukkan hasil beragam atau mixed. Ini dikarenakan meskipun inflasi CPI tahunan tercatat naik 2,7%, lebih rendah dari perkiraan 2,8%.
Namun, Core CPI (inflasi inti) yang tidak memasukkan komponen pangan dan energi naik 3,1% YoY, sedikit di atas ekspektasi 3,0% dan meningkat dari 2,9% di bulan Juni, menandakan tekanan inflasi inti yang masih cukup persisten. Secara bulanan, inflasi CPI naik 0,2%, sementara Core CPI bulanan naik 0,3%, sedikit di atas bulan sebelumnya.
Merespon situasi ini, Fahmi Almuttaqin, Analyst Reku mengatakan pemicu utama rally ini adalah ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, ditambah optimisme seputar investasi besar Big Tech di bidang AI, cloud, dan data center. Investor merespons dengan agresif, membuat komposisi indeks semakin terkonsentrasi di perusahaan-perusahaan dengan nilai teknologi yang tinggi.
Kondisi ini mencerminkan sentimen dan keyakinan para pelaku pasar. Mereka percaya bahwa meski inflasi inti belum turun sesuai harapan, kenaikan inflasi secara keseluruhan yang lebih rendah dari perkiraan akan memberi ruang bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter pada pertemuan berikutnya.
"Faktor tersebut menjadi sentimen positif bagi aset berisiko, termasuk kripto, meskipun volatilitas tetap perlu diwaspadai menjelang pertemuan Jackson Hole dan FOMC September,” jelas Fahmi, Rabu (13/8/2025).
Pernyataan Jerome Powell di Jackson Hole dapat menjadi kunci, terutama jika ada sinyal pemangkasan agresif atau bertahap. Inflasi inti yang tetap tinggi berpotensi memicu Fed untuk menahan pelonggaran jika data berikutnya tidak menunjukkan perbaikan.
Di tengah situasi tersebut, investor dapat semakin mempertimbangkan alokasi portofolio di aset kripto. Ini dikarenakan ketika pelonggaran ekonomi dimulai, dapat terjadi lonjakan likuiditas ke pasar-pasar tersebut yang dapat mendorong minat lebih banyak investor ke instrumen berisiko tinggi.
“Namun, investor harus tetap memperhatikan profil risiko yang dimiliki untuk menentukan porsi alokasi yang tepat dan pemilihan aset atau sektor yang sesuai dengan preferensi tersebut,” ungkapnya. (*)