Kunci Pertumbuhan Pasar Sepeda Motor Listrik Indonesia Pasca Rampungya Subsidi
Sektor sepeda motor listrik Indonesia menghadapi tantangan pada 2025. Penyediaan laboratorium pengujian baterai terdepan di Tanah Air mendorong para pelaku industri untuk melampaui kebijakan yang bersifat sementara dan berinvestasi pada kesiapan pasar jangka panjang.
Harold David Loevy, Direktur PT carsurin Tbk (CSRN), menyoroti kontraksi penjualan kendaraan listrik roda dua setelah kuota subsidi pemerintah habis pada akhir 2024. Pesan utamanya adalah kesiapan, bukan reaktivitas, yang akan menentukan fase pertumbuhan berikutnya.
Dalam paparannya di International Battery Summit, ia menekankan bahwa meskipun pengujian keselamatan baterai berdasarkan UN R136 atau SNI 8872 saat ini masih bersifat sukarela di Indonesia, pasar internasional bergerak cepat menuju standar yang lebih ketat. Korea Selatan, India dan Vietnam disebut sebagai contoh pasar di mana pengujian tidak hanya tertanam dalam regulasi, tetapi juga dalam tanggung jawab produsen, kelayakan asuransi dan tata kelola rantai pasok.
“Menunda pengujian bukanlah pilihan yang netral—ini merupakan risiko yang signifikan,” ujar Loevy. Ia menyoroti risiko reputasi dan operasional dari baterai pack yang tidak diuji atau berkinerja buruk di pasar EV roda dua Indonesia yang tumbuh pesat.
“Sertifikasi baterai bukan biaya akibat regulasi—melainkan investasi strategis. Pengujian bukan tentang pasar hari ini; melainkan tentang menguasai pasar esok hari,” tegasnya.
Perseroan saat ini mengoperasikan fasilitas pengujian baterai EV di Indonesia, terakreditasi untuk SNI 8872 (identik dengan UN R136) dan saat ini dalam proses penambahan akreditasi UN 38.3 untuk keselamatan transportasi serta pengujian kinerja berbasis SNI 9102, yang memungkinkan produsen melakukan pengujian benchmark ketahanan, perilaku termal dan siklus hidup sebelum produk diluncurkan ke pasar.
“Mereka yang berinvestasi dalam pengujian baterai sekarang akan menjadi pihak yang produknya siap dikirim, dipasarkan dan ditingkatkan skalanya ketika pasar kembali bangkit,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Perseroan secara resmi melakukan serah-terima sertifikat SNI 8872:2019 kepada LG Energy Solution Ltd dari Korea—menegaskan kepemimpinannya dalam keselamatan baterai kendaraan listrik dan mempertegas komitmennya untuk meningkatkan standar industri.(*)