X Hotel: Menenun Pengalaman dan Investasi di Jantung Nuanu
Rabu, 13 Agustus 2025. Siang itu, udara Tabanan, Bali, membawa aroma asin laut yang samar, bercampur dengan wangi kopi hangat dari gelas-gelas di tangan para tamu.
Di kejauhan, matahari memantulkan cahaya keemasan di permukaan laut Nyanyi, sementara di dalam ruangan sebuah maket hotel berdiri di atas lantai kayu, diterangi cahaya lembut. Para jurnalis undangan berbisik pelan. Yang ditunggu belum juga tiba.
Tepat jam 13.00, Lev Kroll, CEO Nuanu Creative City, muncul dengan kemeja dan celana hitam. Siang itu dia baru tiba dari bandara. Rambutnya plontos. Tatapannya hangat menyapu audiens sebelum ia menceritakan apa yang akan diluncurkannya.
Gerbang Utama
Begitu mikrofon berpindah ke tangannya, Lev berbicara dengan semangat yang menular. Hari itu, ia menandai momen resmi peluncuran X Hotel: sebuah bangunan yang diproyeksikan menjadi jantung baru hospitality dalam kawasan kreatif seluas 44 hektare.
Hotel yang berdiri di atas lahan 8.400 meter persegi di Desa Beraban, Tabanan,itu menghadirkan 41 kamar dengan desain modern yang tetap berpijak pada estetika lokal.
Namun X Hotel tidak sekadar menghadirkan dinding dan ranjang; ia ditawarkan sebagai pengalaman menyeluruh: menginap sambil berinteraksi dengan karya seni, menikmati spa kelas dunia, hingga larut dalam festival internasional yang digelar di sekitarnya.
Lev, sambil berdiri di depan layar proyeksi, memperkenalkan maket hotel. “X Hotel bukan sekadar properti baru — ini adalah fondasi dari ekosistem hospitality terintegrasi yang berakar pada budaya, kreativitas, dan keberlanjutan,” ujarnya antusias.
Ia lalu menjelaskan bahwa X Hotel lahir dari proses panjang, bukan hanya hitungan angka. “Kami menginvestasikan banyak waktu dan upaya untuk memikirkan ulang bagaimana hotel seharusnya beroperasi, dirancang, dan dikembangkan. Bagi kami, pertanyaannya bukan sekadar berapa tarif kamar, melainkan bagaimana menciptakan pengalaman yang benar-benar membekas,” katanya dengan bahasa Inggris yang cepat.
Nuanu, kawasan yang 70% areanya dipertahankan sebagai ruang hijau, memang sedang menapaki babak baru. Sejak 2023, ia telah menjadi tuan rumah lebih dari seratus acara internasional — dari pameran seni hingga festival budaya.
Dalam beberapa hari ke depan, Coinfest Asia 2025 akan digelar di sini, mempertemukan pelaku kripto dunia. Pertumbuhan pengunjung bulanan di angka 10–15% hanya menegaskan reputasi Nuanu sebagai magnet baru pariwisata Bali.
Dalam konteks itu, tak salah jika X Hotel diposisikan sebagai satu gerbang utama menuju lebih dari 30 pengalaman imersif di Nuanu. Dari ruang seni, pusat kebugaran, hingga restoran dengan cita rasa global, semua terhubung erat dengan hotel ini. Setiap tamu yang menginap akan merasakan denyut kreativitas yang hidup di sekitarnya.
Peluang Investasi
Yang menarik, setelah Lev bicara, Reyni Wullur, Head of Corporate Communication Nuanu Real Estate, menambahkan dimensi penting lain dalam X Hotel: peluang investasi.
Ya, X Hotel tidak hanya untuk ditempati. Kalangan investor ditawari peluang untuk terlibat dengan skema leasehold selama 27 tahun, dengan opsi perpanjangan selama 20 tahun.
“Dengan nilai investasi awal yang kompetitif, mulai dari Rp2,6 miliar, peluang ini terbuka bagi investor lokal maupun internasional. Integrasi hotel ini dengan ekosistem kota memastikan arus tamu yang stabil, sementara pengelolaan profesional mendorong kinerja optimal dan pertumbuhan jangka panjang,” jelas Reyni.
Dia lalu menjelaskan bahwa investasi dibuka untuk tiga tipe kamar, yakni Standard, Deluxe, dan Mezzanine. Nilai Rp2,6 miliar berlaku untuk tipe Standard, sementara Deluxe dan Mezzanine ditawarkan dengan harga lebih tinggi (Rp3,4 miliar dan Rp4,2 miliar per unit karena luas ruang serta fasilitas yang lebih premium).
“Dengan pilihan ini, investor dapat menyesuaikan kapasitas dan tujuan investasinya, apakah untuk entry level atau unit premium dengan nilai tambah yang lebih besar,” ujarnya.
Tipe Mezzanine dirancang bagi mereka yang menginginkan pengalaman unik dengan ruang dua lantai, cocok untuk keluarga atau tamu yang mencari suasana lebih privat. Sedangkan tipe Deluxe menawarkan kenyamanan maksimal dengan pemandangan terbuka ke lanskap Nuanu.
Keduanya diproyeksikan memiliki tingkat permintaan tinggi, terutama dari wisatawan mancanegara yang mencari pengalaman menginap premium.
Menurut Lev, bagi para investor, diferensiasi tipe kamar ini bukan sekadar estetika, tetapi juga soal potensi keuntungan. Dengan okupansi yang stabil dan tarif premium untuk tipe Mezzanine serta Deluxe, imbal hasil jangka panjang diharapkan lebih tinggi dibanding tipe Standard. Kombinasi manajemen profesional dan ekosistem acara di kawasan Nuanu memperkuat prospek setiap tipe investasi.
Dan menurut Lev, tawaran investasi ini menarik karena investor tidak dibebani urusan operasional sehari-hari. Seluruh pengelolaan akan dipegang oleh Nuanu Hospitality Management.
Artinya, investor hanya perlu menanam modal, sementara manajemen profesional yang memastikan standar layanan, okupansi tinggi, dan hasil jangka panjang. Jadi, "Investor tidak hanya membeli kamar — mereka ikut memiliki masa depan dari destinasi visioner di Bali," tandas Lev dengan mata berbinar.
Dia lalu menegaskan satu hal yang menurutnya luput dari pandangan banyak orang: bahwa Bali membutuhkan hotel yang keluar dari sifat transaksional.
Transaksional?
Menikmati Pengalaman
“Ada banyak hotel luar biasa di pulau ini, tapi industri hotel cenderung kaku, melihat segalanya hanya dari tarif kamar dan okupansi. Padahal, inti hospitality adalah bagaimana pengalaman itu mengubah hidup orang yang menginap,” ujarnya.
Itulah mengapa hotel ini disebut "X". Bukan sebagai bagian dari kerajaan Elon Musk yang senang dengan segala sesuatu yang dilabeli "X", melainkan bagian dari "eXperience". Pengalaman.
Inilah yang ditawarkan X Hotel, sebagai bagian dari ekosistem di kawasan Nuanu. Dalam presentasinya, Lev bahkan menyebut Nuanu sebagai “sekolah 44 hektare, museum 44 hektare, dan hotel 44 hektare”. Sebuah metafora yang menegaskan bahwa kawasan ini tidak sekadar menjual ruang, tetapi pengalaman belajar, seni, dan kehidupan yang berkelanjutan.
Dani Kamil, yang siang itu bertugas memperkenalkan aspek pengalaman dalam konferensi pers, menegaskan pernyataan bosnya. Saat giliran bicara setelah Reyni, dia menyebut X Hotel memang dirancang untuk memberi tamu sesuatu yang tidak bisa mereka dapatkan di luar.
“Misalnya, akses malam hari ke Aurora Media Park, atau kesempatan ikut workshop seni seperti peniupan kaca dan pencetakan 3D. Itu semua tidak tersedia bagi publik,” kata Dani.
Konsep ini sejalan dengan tren global pariwisata yang beralih ke “experiential travel”. Wisatawan kini mencari pengalaman otentik yang meninggalkan kesan mendalam.
Dengan ekosistem Nuanu yang kaya seni, budaya, dan teknologi, Dani menegaskan bahwa X Hotel menjadi jawaban bagi generasi baru pelancong yang lebih kritis dan berorientasi pada makna.
Di luar aspek pengalaman, fasilitas fisik hotel juga tidak kalah lengkap. Tersedia kolam renang seluas 420 meter persegi, restoran, secret bar, gym, serta ruang konferensi. Semuanya juga terhubung dengan infrastruktur Nuanu, menciptakan kombinasi unik antara kenyamanan modern dan nuansa lokal.
Era Baru Hospitality
Lev menjelaskan proyek pembangunan hotel ini kini sudah mencapai tahap penting. Struktur utama selesai dibangun, dan target penyelesaian penuh ditetapkan pada kuartal keempat 2026. Dengan demikian, X Hotel diproyeksikan memasuki pasar tepat saat permintaan akomodasi berkualitas di Bali terus meningkat.
Sepanjang acara, Lev terus menebar senyum. Tapi itu hal yang wajar. Dari sisi pasar, prospek bisnis di Bali terbilang menanjak. Data Badan Pusat Statistik mencatat kunjungan 2,64 juta wisatawan mancanegara ke Bali hanya dalam lima bulan pertama 2025, meningkat 13,65% dibanding tahun sebelumnya.
Lonjakan ini memberi dasar optimisme bahwa permintaan akomodasi akan terus tumbuh. Dan SWA.co.id sendiri menyaksikan selain wisatawan lokal, orang-orang bule wara-wiri siang hingga malam di Nuanu.
Buat para pelancong, cukup membayar Rp50 ribu untuk masuk kawasan ini, lalu menikmati fasilitas di dalamnya (terutama berfoto-foto di Earth Sentinels yang instagrammable). Tarif selanjutnya bergantung pada fasilitas yang digunakan atau dinikmatinya.
Bagi investor, kombinasi antara lokasi premium, pasar pariwisata yang sedang tumbuh, serta integrasi dengan ekosistem kreatif Nuanu menjadikan X Hotel peluang langka. Bukan hanya imbal hasil finansial yang dijanjikan (proyeksi return 15% pertahun bagi investor), tetapi juga bagian dari proyek yang membawa visi sosial, budaya, serta keberlanjutan.
Reyni menambahkan bahwa proyek ini juga terbuka bagi investor lokal. “Kami ingin investasi ini bisa dijangkau lebih luas, bukan hanya oleh investor asing. Dengan begitu, masyarakat lokal juga dapat ikut merasakan manfaat dari perkembangan pariwisata premium di Bali,” ujarnya diiringi senyum.
Selain dampak finansial, X Hotel memang dirancang untuk bisa memberi kontribusi sosial. Kehadirannya diharapkan akan menciptakan lapangan kerja baru di Tabanan, memberi peluang bagi UMKM lokal untuk bermitra, serta membuka ruang kolaborasi dengan seniman serta kreator Bali.
Dari sudut pandang Nuanu, papar Lev, X Hotel hanyalah awal dari strategi lebih besar. Setelah sukses dengan proyek-proyek residensial dan seni, hotel ini diharapkan bisa menjadi batu loncatan untuk membangun citra Bali bukan sekadar sebagai destinasi liburan, tetapi juga pusat kreativitas Asia Tenggara.
Pada akhirnya, peluncuran X Hotel di ruangan yang sehari-hari digunakan untuk latihan menari terasa simbolis. Siang itu, sebuah ruang sederhana yang biasanya dipenuhi gerak tari, menjadi arena lahirnya gagasan besar tentang masa depan hospitality.
Lev menutup presentasi dengan kalimat reflektif: “Pertanyaannya bukan di mana Anda bermalam, tetapi berapa banyak pengalaman yang akan membekas pada masa menginap Anda. Itulah inti dari X Hotel,” katanya dengan senyum lebar.
Dengan peluncuran ini, Nuanu tampak ingin menegaskan posisinya bukan hanya sebagai pengembang real estat, melainkan arsitek masa depan pariwisata Bali. X Hotel hadir sebagai hotel, investasi, dan pengalaman — tiga wajah yang berpadu untuk melahirkan era baru dalam industri hospitality. (*)