Kunci Sukses Branding Pribadi di Era Digital: Mindset dalam Komunikasi
Mindset dalam komunikasi merupakan fondasi utama dalam membangun jenama pribadi yang kuat di jagat digital. Hal ini disampaikan Ika Sastrosoebroto, CEO dari firma kehumasan Prominent PR di acara Generasi Muda (Genmud) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), padaKamis (14/8/2025).
Menurut Ika, langkah pertama bukanlah soal polesan luar, melainkan pemetaan tujuan yang jelas. “Mindset awal yang harus dipahami setiap personal yang ingin membangun brand-nya adalah harus dapat memetakan business reason atau alasan bisnisnya yang kuat untuk mendapatkan business outcome atau hasil yang sepresisi mungkin,” kata Ika.
Ia menegaskan bahwa dalam dunia digital, persepsi adalah segalanya. Publik akan membentuk realitas di benak mereka berdasarkan citra yang kita tampilkan. Oleh karena itu, menemukan “nilai” atau value unik dalam diri menjadi sangat penting.
Nilai tersebut yang akan membangun persepsi kuat dan pada akhirnya mampu menggerakkan publik. “Kuncinya adalah kita harus memahami business outcome yang ingin digapai,” tegas Ika.
Lebih lanjut, Ika menjelaskan bahwa untuk menggali nilai tersebut, analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) saja tidak cukup. Seseorang harus memiliki kekuatan imajinasi yang dapat menginspirasi orang lain untuk ikut berkembang. Prinsip “Saya berbagi karena saya peduli” menjadi bola salju yang efektif untuk membangun kredibilitas dan kepercayaan publik secara organik.
Menjawab tantangan unik bagi ASN, Ika juga menyentuh isu viralitas. Jika banyak figur publik menjadi viral karena kontroversi, ASN memiliki tanggung jawab yang berbeda. Sebagai representasi negara, seorang ASN wajib menjadi trendsetter untuk citra positif.
“Sebagai ASN yang mengusung kredibilitas negara, maka menjadi kewajiban untuk viral atau menjadi trendsetter harus dengan citra positif yang mendukung fenomena post-truth yang positif dan menggerakkan publik,” jelasnya.
Menutup penjelasannya, Ika menyampaikan bahwa personal branding bukanlah proyek sekali jadi. Ia adalah sebuah proses dinamis yang harus terus dibangun, dipelihara, dan diukur secara berkala.
Upaya ini menjadi kunci untuk memastikan relevansi diri di tengah zaman yang terus berubah, menegaskan bahwa kemampuan membangun citra diri adalah investasi jangka panjang bagi karir setiap individu di era digital. (*)