HSG Masih Rawan Koreksi, Analis Ingatkan Potensi Bubble Overbought

HSG Masih Rawan Koreksi, Analis Ingatkan Potensi Bubble Overbought
Ilustrasi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) dan papan layar harga saham di Mainhall Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (15/5/2025). Foto Nadia K. Putri/SWA

Sejumlah analis dari berbagai sekuritas memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (15/8/2025) berpotensi melanjutkan penguatan.

Namun, tidak menutup kemungkinan indeks bergerak sideways, bahkan terkoreksi. Pada perdagangan Kamis (14/8/2025), IHSG ditutup di level 7.931,25, mengutip dari aplikasi IDX Mobile.

Tim analis Samuel Sekuritas Indonesia menilai secara keseluruhan pasar menunjukkan pergerakan positif, terutama di sektor teknologi. Selain itu, aksi net buy atau pembelian bersih oleh investor asing masih mengincar saham-saham unggulan.

“Meskipun ada pergerakan yang cukup volatil di beberapa sektor, sentimen pasar tetap optimistis, dengan kekuatan cukup signifikan di sektor IDXTECH,” jelas Samuel Sekuritas dalam riset hariannya, Jumat (15/8/2025).

Sementara itu, BNI Sekuritas juga menyampaikan optimisme kenaikan IHSG hari ini. Senior Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Kevin Juido Hutabarat, memperkirakan IHSG akan bergerak pada level support 7.900–7.930 dan resistance 7.950–8.000.

Pandangan positif juga disampaikan MNC Sekuritas Indonesia. Menurut analisis teknikal, IHSG berpeluang menguat dengan support di kisaran 7.800–7.680, sedangkan resistance diperkirakan berada pada level 8.008–8.103.

Berbeda dengan pandangan tersebut, analis teknikal Mirae Asset Sekuritas, Tasrul Tanar, menilai IHSG berpotensi mengalami tekanan jangka pendek karena berada di area overbought.

“Secara teknikal, tren kenaikan IHSG masih kuat, namun posisi indikator yang ekstrem memberi sinyal risiko pullback jangka pendek,” jelas Tasrul dalam riset harian hari ini.

Ia merinci, level resistance dapat menuju penguatan hingga 8.019,50. Namun, kegagalan mempertahankan level support di 7.889,23 bisa memicu koreksi lebih dalam ke 7.841,53, yang disebut sebagai titik kritis.

Masalah serupa juga menjadi perhatian RHB Sekuritas. Analis teknikal RHB Sekuritas, Muhammad Fatah Al Falah, menjelaskan bahwa peluang koreksi dipicu aksi ambil untung atau profit taking menjelang libur bursa. Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelumnya mengumumkan bahwa perdagangan pada Senin (18/8/2025) diliburkan.

“Secara potensinya, IHSG bisa jadi merah dulu karena ada potensi jualan atau taking profit, karena kita tahu IHSG larinya sudah cukup tinggi,” tutup Fatah kepada SWA.co.id, Jumat pagi.

Tepat pukul 09.00 WIB hari ini, IHSG bergerak di level 7.967,77, berdasarkan data aplikasi IDX Mobile. (*)

# Tag