Ethos Optimalisasi WhatsApp di Conversational Commerce
Dalam ekosistem bisnis yang semakin terdigitalisasi, PT Etos Kreatif Indonesia (Ethos) menunjukkan kelasnya. Perusahaan FMCG lokal yang fokus pada produk herbal, functional foods, dan beauty ini menyampaikan pengetahuan dan pengalamannya menggunakan WhatssApp di Meta WhatsApp Business Summit 2nd Half 2025 yang digelar di Ballroom Hotel Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, pada Selasa (12/8/2025).
Ethos dipercaya Meta sebagai pembicara utama untuk membagikan success story penerapan strategi pemasaran berbasis fitur Click To WhatsApp with Purchase Optimization (CTWA Optimization) sebagai pendekatan yang bukan hanya meningkatkan trafik, tetapi mentransformasi cara brand berinteraksi dengan konsumen dan mengonversi pesan menjadi penjualan.
“CTWA Optimization memungkinkan kami berinteraksi lebih cepat dan tepat sasaran dengan pelanggan. Fitur ini bukan hanya memudahkan komunikasi, tetapi juga memberikan insight berharga untuk memahami perilaku konsumen secara real-time,” ungkap Andik Duana Putra, Direktur Operasi dan Komersial PT Etos Kreatif Indonesia pada siaran pers di Jakarta, Jumat (15/8/2025)
Sebagai pelaku di industri FMCG yang dikenal sangat kompetitif, Ethos menghadapi tantangan klasik: customer journey yang kompleks dan data yang tidak selalu mampu menangkap pembelian aktual. Namun, Ethos menjawab tantangan itu dengan pendekatan berbasis data dan teknologi. Alih-alih hanya mengejar impresi atau klik, perusahaan memanfaatkan CTWA untuk mengukur efektivitas iklan sampai pada konversi riil pembelian.
“Kami melihat CTWA bukan sekadar alat komunikasi, tetapi sebagai mesin konversi yang bisa diukur dan dioptimalkan,” lanjutnya.
Strategi ini terbukti berhasil. Dengan mengarahkan calon pembeli langsung ke WhatsApp, Ethos memperpendek siklus keputusan pembelian sekaligus meningkatkan return on ad spend (ROAS) secara signifikan.
Peningkatan penggunaan WhatsApp sebagai kanal interaksi bisnis di Indonesia tak bisa diabaikan. Perubahan perilaku konsumen yang menginginkan komunikasi real-time dan relevan, memicu tren conversational commerce sebagai model transaksi yang dimulai dari percakapan.
Melalui acara tahunan ini, Meta memperkuat komitmennya dalam mendorong brand-brand di Indonesia untuk mengintegrasikan solusi pemasaran berbasis chat. Ethos menjadi salah satu dari sedikit perusahaan lokal yang dipercaya Meta untuk membagikan best practice secara langsung kepada audiens yang terdiri dari pengembang IT, brand owner, pengiklan, dan pelaku industri digital lainnya.
Dengan semangat data-driven, Ethos terus mengeksplorasi solusi pemasaran berbasis teknologi yang efektif dan efisien. Keikutsertaannya dalam forum ini mempertegas posisinya sebagai brand lokal yang siap bersaing di level global melalui strategi digital yang adaptif dan terukur. “Kami berharap pengembangan fitur ke depan dapat semakin memperluas jangkauan audiens dan terintegrasi dengan berbagai platform,” kata Andik.
WhatsApp pada ajang itu meluncurkan sejumlah fitur terbaru untuk aplikasi WhatsApp Business (WA Bisnis), salah satunya adalah WhatsApp Business Calling yang memungkinkan pemilik bisnis menghubungi pelanggan lewat telepon.
Reyna Jung, Product Marketing Lead Business Messaging APAC di Meta, menjelaskan bahwa dengan fitur ini, bisnis dapat meminta izin pelanggan untuk melakukan panggilan telepon, yang diharapkan mampu mempercepat dan mempermudah penyelesaian masalah pelanggan secara mulus. Kehadiran fitur ini juga sejalan dengan data yang menunjukkan 76% pelanggan menginginkan kemudahan beralih antara panggilan telepon dan pesan sesuai preferensi mereka, menurut riset LivePerson, State of Customer Conversations 2024.
Reyna juga menambahkan, pelanggan memiliki kendali penuh atas panggilan yang dilakukan dengan bisnis; mereka bisa menerima, menolak, atau mengakhiri panggilan kapan saja, serta mengatur status ikon telepon untuk mengelola panggilan masuk. Dari sisi bisnis, pemilik WA Bisnis dapat mengatur kapan pelanggan bisa menelepon, termasuk fitur pesan interaktif dengan batas waktu (time-to-live) yang mengontrol panggilan yang dilakukan pelanggan di luar waktu yang ditentukan.
Berikut beberapa fitur utama di WhatsApp Business Platform:
- Fitur Panggilan dan SuaraPelaku usaha dapat melakukan dan menerima panggilan dari pelanggan setelah izin diberikan. Fitur ini menawarkan komunikasi yang lebih efisien dibanding layanan pelanggan tradisional. Ke depannya, pelanggan juga dapat mengirim pesan suara dan melakukan video call lewat platform ini.
- Fitur Strategi PemasaranFitur ini mengintegrasikan materi kreatif, pengaturan kampanye, dan anggaran dalam satu platform. Bisnis bisa mengupload daftar pelanggan dan menentukan penempatan pesan secara manual atau menggunakan teknologi AI Advantage+ untuk mengoptimalkan anggaran pemasaran.
- Fitur Tab PembaruanTab Pembaruan kini digunakan lebih dari 1,5 miliar orang tiap hari dan mendukung pertumbuhan bisnis serta kreator dengan fitur seperti Iklan di Status, Saluran yang Dipromosikan, dan Langganan Saluran. Semua pembaruan ini tidak terkait langsung dengan percakapan pribadi pengguna.
- Fitur BersamaanPelaku usaha dapat menggunakan WhatsApp Business dan WhatsApp Business Platform secara bersamaan. Aplikasi WhatsApp Business yang gratis sangat populer di kalangan UMKM Indonesia.
- Fitur Status PengirimanWhatsApp mempermudah bisnis mengirim notifikasi terkait status pengiriman barang atau biaya kirim secara cepat, mengurangi beban agen layanan pelanggan dalam menjawab pertanyaan umum.
- Fitur AIMeta tengah menguji coba Business AI di beberapa negara dengan tujuan membantu bisnis menangani percakapan dalam skala besar, memberikan rekomendasi produk, mendukung penjualan, dan menjawab pertanyaan pelanggan secara otomatis. (*)