Menko Perekonomian Menyebutkan AS Berikan Sinyal Berinvestasi Semikonduktor di Indonesia
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto memaparkan bahwa pemerintah akan tetap melanjutkan hilirisasi industri dan semikonduktor, serta melakukan transisi energi. Pasca kesepakatan dan pengumuman tarif resiprokal dari Amerika Serikat (AS) ke Indonesia, kini tarif ditetapkan mencapai 19%. Airlangga menyebutkan pemerintah AS tertarik untuk berinvestasi di pengembangan semikonduktor di Indonesia.
“Terakhir yang ditandatangani perjanjian perdagangan, Amerika Serikat sudah mulai tertarik untuk mendorong semikonduktor di Indonesia. Sekarang juga sedang dipersiapkan ekosistemnya,” ujar Airlangga di acara Konferensi Pers Rancangan APBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2026 di Gedung Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta pada Jumat (15/8/2025).
Airlangga, pada pemaparannya itu, menyampaikan hilirisasi sumber daya alam tersebut meliputi nikel dan bauksit. Upaya ini diklaim dapat menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat posisi negara di rantai pasok global.
Kemudian, hilirisasi tersebut diarahkan pada sektor teknologi, khususnya di industri semikonduktor dalam negeri. Hal ini bertujuan untuk mendukung transformasi digital sekaligus memperkuat inisiatif Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Upaya ini juga termasuk memperkuat transformasi digital dan ekonomi kreaitf.
Melansir dari laman Kemenko Perekonomian yang terbit pada 11 Agustus 2025, selain mendorong semikonduktor, pemerintah juga telah membentuk Konsorsium AI untuk Perdagangan, inisiatif ini memanfaatkan kecerdasan buatan generatif (AI generative) untuk menganalissi tren perdagangan, proyeksi pasar, hingga mitigasi risiko global.
Kemenko Perekonomian juga menambahkan, pemerintah juga berinisiatif untuk menguatkan Konsorsium E-Commerce itu bertujuan untuk membangun basis data terintegrasi dengan memanfaatkan AI dan big data. Langkah ini diklaim dapat melindungi konsumen, mendeteksi anomali pasar, hinga mencegah pemalsuan produk.
Pemerintah mengembangkan Konsorsium Keamanan Siber (IPPAS) untuk memadukan data berbasis blockchain, sekaligus mengeklaim talenta keamanan siber global.“Peningkatan kompetisi, inovasi, dan keberadaan AI dan digitalisasi ini akan menjadi game changer yang baru,” tutur Airlangga. (*)