Survei Populix: Pria Lebih Cepat Mencoba Makanan Kekinian, Wanita Cenderung FOMO

null
Ilustrasi makanan. (Foto: JEB)

Populix, perusahaan riset asal Indonesia, mengungkap bahwa generasi milenial dan laki-laki cenderung lebih reaktif dalam mencoba tren makanan serta minuman kekinian. Temuan ini juga memperlihatkan tujuh faktor utama yang mendorong anak muda menjajal kuliner baru.

Indah Tanip, VP of Research Populix, mengungkapkan, kerap kali dinilai lebih cuek, ternyata menurut penelitian terbaru Populix kaum laki-laki cenderung lebih gercep dalam urusan mencoba tren kuliner kekinian. Sebanyak 14% responden laki-laki mengaku akan mencoba setiap kali ada tren baru, dan 29% mengaku akan mengeksplorasi rasa baru setidaknya sebulan sekali.

“Berbeda dengan perempuan yang cenderung lebih FOMO (fear of missing out/takut ketinggalan) karena dipengaruhi oleh tren media sosial,” ujar Indah, Jumat (15/8/2025).

FOMO adalah singkatan dari fear of missing out atau takut ketinggalan, yaitu perasaan khawatir atau cemas ketika merasa tertinggal dari pengalaman, tren, atau informasi yang sedang ramai, khususnya di media sosial. Perilaku ini terlihat pada sekitar 30% responden perempuan yang mengaku mencoba kuliner baru saat tertarik dengan tren di media sosial.

Indah kemudian menjelaskan bahwa apabila dilihat dari sisi generasi, milenial cenderung lebih tertarik mencoba makanan dan minuman kekinian baru. Berbeda dengan gen Z yang ternyata lebih kalem dalam menyikapinya, bahkan cenderung akan mengeksplorasi tren baru sekali saja dalam kurun waktu beberapa bulan.

Populix juga mempelajari faktor-faktor utama yang mendorong muda-mudi ini untuk mencoba kuliner baru. Mayoritas responden yang didominasi oleh milenial mengaku harga terjangkau menjadi faktor pertama yang menarik mereka.

Sedangkan generasi Z cenderung lebih tertarik pada kemasan atau tampilan makanan yang menarik. Dua faktor lainnya adalah bahan dan rasa yang unik (28%) juga viral di media sosial (27%). Tak lupa ketersediaan di aplikasi pesan antar turut menjadi pertimbangan 10% responden.

“Meskipun rekomendasi influencer maupun food blogger cukup berpengaruh, generasi muda jauh lebih memercayai rekomendasi orang terdekat, seperti teman atau keluarga mereka. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun dorongan eksternal menyumbang pengaruh, pada akhirnya pengalaman pelanggan yang menjadi faktor utama langgengnya sebuah usaha kuliner,” pungkas Indah.

Survei ini termuat dalam laporan Millennials & Gen Z Report: Exploring the Hip F&B Phenomenon. Penelitian dilakukan pada Februari 2025 terhadap 1.100 responden milenial dan Gen Z di seluruh Indonesia, dengan jumlah laki-laki dan perempuan, juga komposisi status lajang dan menikah yang seimbang. Mayoritas responden adalah pekerja dengan status ekonomi menengah ke atas, dan tinggal di Pulau Jawa. (*)

# Tag