Melisa Hendrawati: Mendorong Budaya Superteam dalam Superbank

null
Melisa Hendrawati, CFO Superbank. (Foto: superbank.id)

Dalam lanskap perbankan Indonesia yang terus berubah, kehadiran Superbank menandai babak baru dalam upaya menghadirkan layanan keuangan digital yang lebih inklusif.

Dan salah satu sosok di balik pertumbuhan pesat bank ini adalah Melisa Hendrawati, CFO sekaligus anggota tim pendiri. Sejak 2022, ia memimpin transformasi finansial perusahaan yang dibangun dari nol, dengan tekad membawa layanan perbankan kepada masyarakat yang selama ini kurang terlayani.

Bagi Melisa, membangun bank digital tidaklah sesederhana menaruh aplikasi di layar ponsel. Ia ibarat menenun jaring halus yang harus kuat sekaligus lentur, agar bisa menampung harapan jutaan orang.

Di tahun-tahun awal, tantangan itu datang bertubi-tubi: membentuk tim dengan pola pikir inovatif, mengikat rasa memiliki di antara orang-orang baru, hingga menumbuhkan budaya kerja yang solid. Semua itu harus dijalankan sambil berpacu dengan waktu menuju profitabilitas.

Di luar pagar perusahaan, tantangan lain menanti. Regulasi berubah cepat, pasar bergerak liar, dan fluktuasi kurs seakan menuntut kesiapan yang tak boleh kendur.

“Sebagai CFO, saya harus memiliki forward-looking view dan kelincahan untuk menghadapi ketidakpastian makro yang sedang berlangsung,” ujar Melisa dalam keterangan tertulis pada SWA.

Namun, dari tantangan itulah lahir peluang besar. Melisa melihat potensi luar biasa dalam pasar Indonesia, di mana lebih dari 80% populasi masih underbanked atau unbanked.

Dengan dukungan ekosistem pemegang saham seperti Grab, Emtek, Singtel, dan KakaoBank, ia yakin Superbank bisa berperan signifikan meningkatkan inklusi keuangan nasional.

Keyakinan itu perlahan menjadi nyata. Dalam enam bulan pertama setelah aplikasi diluncurkan pada Juni 2024, lebih dari 2,7 juta nasabah bergabung. Dana pihak ketiga melesat 436% year-on-year menjadi Rp4,9 triliun, sementara kredit yang disalurkan tumbuh 120% menjadi Rp6,4 triliun.

Angka-angka ini bukan hanya catatan di laporan keuangan, melainkan jejak langkah sebuah bank yang baru saja lahir, tapi sudah berlari.

Pertumbuhan ini sekaligus menunjukkan bahwa Superbank tidak hanya hadir sebagai pemain baru, tetapi juga sebagai disruptor nyata dalam industri perbankan digital.

Sinergi Ekosistem

Pencapaian besar lainnya datang lebih cepat dari yang diperkirakan. Dengan efisiensi biaya, disiplin bisnis, dan keterlibatan karyawan, Superbank berhasil meraih profitabilitas pada kuartal pertama 2025, kurang dari setahun sejak aplikasi diluncurkan. Padahal, menurut pandangan KPMG, rata-rata bank digital memerlukan setidaknya tiga tahun untuk mencapai titik impas.

Keberhasilan itu tidak datang tanpa strategi yang matang. Melisa menegaskan, kunci utama terletak pada sinergi dengan ekosistem pemegang saham dan kolaborasi dengan fintech.

Selain itu, inovasi produk berbasis kebutuhan pelanggan menjadi pilar penting. Produk seperti Celengan by Superbank, Grab Direct Debit, hingga Pinjaman Atur Sendiri (Flexiloan) dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat sehari-hari.

null
Celengan by Superbank, salah satu inovasi Superbank. (Ist)

Teknologi menjadi sayap lain yang membuat bank ini terbang. Superbank mengandalkan kecerdasan buatan dan analitik data untuk memahami kebiasaan nasabah, menghadirkan layanan yang lebih personal, dan mengambil keputusan yang berbasis pada pola nyata.

Bagi Melisa, teknologi bukan sekadar alat, melainkan bahasa baru untuk mendekatkan bank kepada masyarakatnya.

Melisa menekankan pentingnya membangun budaya digital yang menyatukan DNA perbankan dan start-up. “Digital leadership is about sharing our deep conviction to inspire others to dream big, make a difference, and unite to win as one…” katanya. Ungkapan itu mencerminkan visinya untuk menciptakan organisasi yang tangguh, inovatif, dan berorientasi pada masa depan.

Dari perjalanan dua tahun terakhir, terlihat jelas bagaimana kepemimpinan Melisa tidak hanya berfokus pada pencapaian angka, tetapi juga pada perubahan kultur organisasi.

Faktanya, ia memang percaya, keberhasilan sebuah bank digital tidak bisa dilepaskan dari komitmen membangun tim yang mampu beradaptasi dengan cepat, berkolaborasi lintas fungsi, dan menjadikan inovasi sebagai napas sehari-hari.

Superteam

Tapi bagi Melisa, strategi bisnis hanyalah setengah cerita. Separuh lainnya adalah tentang manusia. Ia menolak model kepemimpinan yang menonjolkan super-individual. Baginya, kekuatan sejati lahir ketika setiap orang merasa menjadi bagian dari Superteam.

Karena itu, ia rajin membawa visi perusahaan ke seluruh lapisan lewat pertemuan strategis, offsite meeting, hingga townhall yang menyatukan semua karyawan.

Keterbukaan juga ia jadikan norma. Dengan open door policy dan sistem 360-degree feedback, Melisa ingin setiap suara terdengar, setiap keresahan mendapat tempat, dan setiap ide punya peluang untuk diuji. Lewat survei keterlibatan karyawan yang rutin dilakukan, perusahaan mendapat masukan nyata untuk memperbaiki motivasi dan kepuasan kerja.

Selain itu, Melisa menaruh perhatian khusus pada pemberdayaan karyawan melalui mentoring. Ia percaya tugas pemimpin bukan hanya mengarahkan, tetapi juga melahirkan lebih banyak pemimpin baru. Ia pun terlibat langsung dalam memberikan bimbingan, baik pada aspek teknis maupun pengembangan kepemimpinan.

Salah satu inisiatif yang mencerminkan komitmen ini adalah pembentukan #AccelerateWomen Mentorship saat peringatan International Women’s Day 2025.

Selain itu, ia juga menginisiasi SuperWomen Club di Superbank, wadah pemberdayaan perempuan yang mendorong karyawan perempuan untuk bermimpi besar dan meraih kesuksesan bersama.

null
Melisa menerapkan leadership style yang arahnya adalah membentuk Superteam. (Ist)

Bertumbuh dan Memberi Arti

Hasilnya mulai berbicara. Dalam tiga tahun terakhir, aset dan pendapatan Superbank tumbuh masing-masing lebih dari empat dan sepuluh kali lipat. Total ekuitas perusahaan melonjak dari Rp2 triliun di 2021 menjadi Rp5,2 triliun pada 2024.

Pada periode yang sama, jumlah karyawan meningkat menjadi lebih dari 500 orang, mencerminkan keberhasilan Superbank dalam menarik talenta terbaik di industri keuangan.

Pengakuan eksternal pun berdatangan. CNBC memberikan penghargaan Best Expansive Digital Banking Award, sementara Infobank-Isentia menganugerahkan gelar The Best Digital Bank 2025 untuk kategori KBMI1. Penghargaan ini memperkuat posisi Superbank sebagai salah satu pemain digital banking yang layak diperhitungkan.

Bagi Melisa, apresiasi ini adalah bukti bahwa perjalanan Superbank diakui, meski ia tahu jalan masih panjang. Dan baginya, pertumbuhan finansial tidak bisa dipisahkan dari dampak sosial. Ia pun mendorong kolaborasi dengan Amartha untuk memberdayakan lebih dari satu juta pengusaha mikro perempuan.

Di luar perusahaan, ia juga mendirikan Indonesia Women in Finance Club, wadah yang membuka kesempatan lebih luas bagi perempuan di sektor keuangan.

Di era digital, ia pun tak menutup mata pada peran media sosial. Melalui kanal seperti Instagram, TikTok, LinkedIn, hingga YouTube, Superbank aktif membangun citra positif sekaligus mengedukasi masyarakat tentang literasi keuangan dan keamanan data. Media sosial dijadikan sarana untuk mendekatkan diri dengan nasabah dan memperkuat kredibilitas perusahaan di mata publik.

Perjalanan panjang Melisa di dunia keuangan menjadi fondasi kuat bagi kepemimpinannya. Sebelum bergabung dengan Superbank, ia sempat menjabat CFO di OY! Indonesia, serta meniti karier di DBS Bank Indonesia, JPMorgan, dan Citibank Singapura.

Rekam jejaknya diperkuat dengan sertifikasi CFA, FRM, hingga Chartered Accountant. Dengan modal itu, ia mampu memadukan keahlian teknis, kepemimpinan, dan jejaring internasional untuk membawa Superbank ke level berikutnya.

Lebih dari sekadar angka dan penghargaan, kiprah Melisa menegaskan bahwa kepemimpinan digital memerlukan visi yang tajam, eksekusi yang disiplin, dan kepekaan sosial. Di tengah derasnya arus kompetisi perbankan, ia menjadikan Superbank bukan hanya pemain baru, melainkan motor penggerak inklusi keuangan Indonesia. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag