Perusahaan Asal Pati, DPUM, Tekan Rugi Jadi Rp82,43 Juta, Bukukan Pendapatan Rp577,81 Miliar

Perusahaan Asal Pati, DPUM, Tekan Rugi Jadi Rp82,43 Juta, Bukukan Pendapatan Rp577,81 Miliar
Suasana gudang yang dikelola PT Dua Putra Utama Makmur Tbk di Pati, Jawa Tengah. Foto oleh Dua Putra Utama Makmur Tbk

Emiten barang konsumen primer yang bergerak di industri ikan, daging, dan produk unggas asal Pati, Jawa Tengah, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) membukukan rugi periode berjalan atau rugi bersih meski pendapatannya naik pada periode 30 Juni 2025.

Melansir laporan keuangan per 30 Juni 2025 dan 2024 yang dipublikasikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dikutip SWA.co.id pada 16 Agustus 2025, rugi bersih DPUM tercatat Rp82,43 juta pada kuartal II/2025. Jumlah ini membaik signifikan dibandingkan rugi Rp2,61 miliar pada kuartal II/2024.

Pendapatan perusahaan tercatat Rp577,81 miliar pada kuartal II/2025, naik 30% dari Rp442,08 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara umum, perusahaan mengoperasikan usaha penangkapan ikan crustacea di laut, penangkapan mollusca di laut, industri pembekuan ikan, serta industri berbasis daging dan surimi seperti bakso, nugget, otak-otak, kamaboko, sosis, pempek, siomay, dimsum, chikuwa, hingga imitation crab.

Kenaikan pendapatan tercermin dari segmen hasil perikanan dan manufaktur. Pada perdagangan lokal, perusahaan membukukan jasa penyimpanan dingin/beku Rp10,86 miliar, jasa maklon Rp3,17 miliar, dan penjualan ikan Rp5,24 miliar.

Namun, jasa pembekuan umum (ABF) tidak ada pada periode ini. Sebagai perbandingan, pada kuartal II/2024, jasa penyimpanan dingin/beku Rp10,73 miliar, jasa maklon Rp8,88 miliar, ikan Rp8 miliar, dan jasa pembekuan umum Rp606,48 juta.

Total perdagangan hasil perikanan lokal tercatat Rp19,28 miliar pada kuartal II/2025, turun dari Rp28,23 miliar pada kuartal II/2024. Sebaliknya, perdagangan ekspor ikan naik signifikan menjadi Rp494,82 miliar dari sebelumnya Rp367,30 miliar. Dengan demikian, total hasil perikanan mencapai Rp514,10 miliar, naik dari Rp395,54 miliar.

Dari segmen manufaktur, lini ekspor udang membukukan Rp63,70 miliar pada kuartal II/2025, naik hampir dua kali lipat dari Rp34,45 miliar tahun lalu. Namun, ekspor cumi dan sejenisnya ditiadakan, padahal segmen ini sebelumnya menghasilkan Rp12,09 miliar.

Secara geografis, segmen ekspor masih mendominasi Rp558,53 miliar pada kuartal II/2025, naik dari Rp413,85 miliar. Segmen lokal justru menurun menjadi Rp19,28 miliar dari Rp28,23 miliar.

Untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2025, pendapatan terbesar berasal dari Fujian Rongjiang Imp. & Exp. Co., Ltd senilai Rp51,35 miliar atau 15,67% dari total pendapatan.

“Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 2024, semua pendapatan perusahaan merupakan pendapatan kepada pihak ketiga,” jelas manajemen DPUM dalam keterbukaan informasi yang dikutip SWA.co.id.

Kenaikan pendapatan membuat beban pokok penjualan ikut naik 29,03% menjadi Rp565,86 miliar pada kuartal II/2025 dari Rp438,54 miliar. Laba bruto perusahaan tercatat Rp11,94 miliar, melonjak 237,50% dari Rp3,54 miliar tahun sebelumnya.

Beban usaha meningkat menjadi Rp9,18 miliar pada kuartal II/2025, dari Rp7,85 miliar pada kuartal II/2024. Sementara pos lain-lain berbalik menjadi beban Rp272,44 juta, padahal pada 2024 masih berupa pendapatan Rp3,59 miliar.

Akibatnya, laba usaha berhasil pulih menjadi Rp2,49 miliar pada kuartal II/2025, setelah sebelumnya merugi Rp719,09 juta. Namun, beban lain-lain membuat perusahaan tetap mencatat rugi bersih Rp82,43 juta. Rugi per saham dasar turun drastis menjadi Rp0,02, dari sebelumnya Rp0,63.

Dari sisi neraca, aset naik tipis 0,60% menjadi Rp1,19 triliun pada kuartal II/2025. Liabilitas meningkat 0,89% menjadi Rp801,26 miliar, sementara ekuitas nyaris stagnan di Rp394,23 miliar.

Di bursa, saham DPUM ditutup di Rp65 per saham pada perdagangan Jumat (15/8/2025), naik 22,64% dari Rp53 sebelumnya. Kapitalisasi pasar tercatat Rp271,3 miliar dengan volume transaksi 239,2 juta saham.

Emiten ini juga masuk jajaran top gainers bersama First Media (KBLV), Pakuan (UANG), Pinnacle Persada Investama (XPLG), Mandala Multifinance (MFIN), dan Indonesian Paradise Property (INPP).

Karena bursa masih libur pada Senin (18/8/2025), data yang tampil di aplikasi IDX Mobile merupakan posisi penutupan Jumat sebelumnya. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag