Wink, Metode Belajar Matematika Ala Korea Selatan

null
Ilustrasi anak-anak sedang belajar. (dok Danbi Education)

Pengalaman cemas yang muncul begitu pelajaran Matematika dimulai sejak kecil. Bagi orang tua yang pernah merasakan math anxiety atau kecemasan terhadap Matematika seperti ini, tentu tidak ingin anaknya mengalami hal yang sama.Psikolog Saskhya adalah salah satu orang tua yang merasakan hal tersebut. Mengenang masa kecilnya, ia menceritakan bahwa dirinya adalah anak yang langsung merasa tertekan dan tegang setiap kali pelajaran Matematika dimulai. Karena itu, ia tidak ingin anaknya merasa takut terhadap Matematika seperti saya dulu.

Mengutip hasil penelitian, Saskhya menjelaskan, akar utama dari kecemasan Matematika berasal dari pengalaman negatif di awal proses belajar. Khususnya, ketika anak dimarahi karena melakukan kesalahan, atau dibanding-bandingkan dengan anak lain, kemudian muncullah pemikiran tidak boleh salah atau aku memang tidak bisa matematika.

“Jika perasaan ini terus berulang, anak menjadi takut berbuat salah, merasa tegang hanya dengan melihat angka, dan akhirnya menumpuk emosi negatif terhadap Matematika,” ujarnya di Jakarta, Selasa (19/8/2025).

Dengan alasan tersebut, ia berusaha mencari cara agar putranya, dapat mengenal Matematika dengan cara yang menyenangkan. Hasilnya, pilihan Saskhya ke Wink, metode smart learning asal Korea.

Wink bukan hanya sekadar menonton video biasa, melainkan sebuah sistem pembelajaran multisensori yang melibatkan mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, dan tangan untuk berinteraksi secara aktif. Ia pun sangat merekomendasikan metode belajar Wink karena perubahan positif yang dialami putranya.

“Anak saya menerima proses belajar ini bukan sebagai belajar, melainkan seperti bermain, sehingga secara alami minatnya terhadap Matematika terus tumbuh. Bahkan setelah mulai belajar Matematika dengan Wink, tidak lagi merasa enggan terhadap angka-angka,” ungkap Saskhya.

Wink adalah program pembelajaran terpadu yang mencakup total 4 mata pelajaran. Tidak hanya Matematika, tetapi juga Bahasa Inggris, Fonik (Phonics), dan Bahasa Indonesia, total empat mata pelajaran yang dirancang khusus untuk anak usia 3–7 tahun. Program ini disusun dengan kurikulum yang dioptimalkan khusus untuk anak usia dini 3–7 tahun, dan seluruh mata pelajaran dapat diakses melalui satu sistem terpadu.

Selain itu, dengan perangkat belajar yang telah dipatenkan, Wink dapat digunakan tanpa koneksi internet, sehingga anak bisa belajar di mana saja tanpa terbatas oleh ruang atau jaringan. Ini merupakan keunggulan yang signifikan. Wink adalah produk smart learning untuk anak usia dini yang meraih peringkat nomor 1 di Korea, yang dikenal sebagai salah satu negara berpendidikan unggul.(*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag