Manajemen PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) Buka Suara Tanggapi Unusual Market Activity

null
Manajemen PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) menegaskan tidak ada informasi material tersembunyi terkait lonjakan harga saham dalam Public Expose Insidentil. (Ist)

PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) menyelenggarakan Public Expose Insidentil setelah PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan adanya Unusual Market Activity (UMA) pada saham Perseroan.

Pengumuman UMA tersebut tercatat dalam No. Peng-UMA-00240/BEI.WAS/08-2025, yang merujuk pada lonjakan harga saham MLPT di luar kebiasaan pada 12 Agustus 2025.

Selanjutnya, BEI mengeluarkan pengumuman No. Peng-SPT-00156/BEI.WAS/08-2025 terkait penghentian sementara perdagangan saham MLPT pada 14 Agustus 2025.

Kebijakan cooling down ini dilakukan sebagai langkah perlindungan investor. Selain itu, BEI juga meminta MLPT untuk menggelar Public Expose Insidentil sebagai bentuk keterbukaan informasi yang dapat memengaruhi keputusan investor.

Dalam pemaparannya, Wakil Direktur Utama Multipolar Technology, Wahyudi Chandra, menilai kenaikan harga kumulatif saham MLPT sepanjang Agustus 2025 murni terjadi karena mekanisme pasar. Ia menegaskan tidak ada informasi material yang belum diungkapkan Perseroan kepada publik.

“Jika terdapat informasi atau fakta material, Perseroan akan sesegera mungkin menyampaikan keterbukaan informasi kepada otoritas terkait dan publik, sesuai dengan peraturan pasar modal dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Wahyudi.

Saham MLPT memang terus menanjak. Per 22 Juli 2025, sahamnya berada di posisi Rp32.200/lembar. Pada 1 Agustus 2025, naik menjadi Rp39.650/lembar. Artinya, naik 23,1%.

Hari ini, 21 Agustus 2025, saat perdangangan break sesi I, saham MLPT sudah di posisi Rp74.350/lembar. Jika dihitung dari awal Agustus 2025, maka sahamnya naik 87,6%.

MLPT sendiri terus mengembangkan bisnis dengan menambah pelanggan baru, meningkatkan pendapatan berulang, serta mengaktifkan kembali pelanggan dorman untuk menjaga pertumbuhan dan profitabilitas berkelanjutan.

Dari sisi kinerja, hingga semester I/2025 MLPT mencatat pendapatan sekitar Rp1,689 triliun, naik tipis secara tahunan. Laba usaha pada periode yang sama tercatat sekitar Rp131 miliar, dengan laba berjalan Rp105 miliar.

Adapun laba bruto sebesar Rp263 miliar, meningkat tipis berkat pertumbuhan penjualan serta perbaikan komposisi produk. Segmen professional service mencatat kenaikan signifikan, sementara pertumbuhan pada software dan hardware tetap ada meski lebih kecil. (*)

# Tag