Best CFO dari SWA hingga Bos Fox Logger Menjadi Finalis EY Entrepreneur Of The Year 2025, Ini Daftar Lengkapnya
EY Indonesia mengumumkan 11 finalis terpilih untuk program EY Entrepreneur Of The Year 2025, yang membentuk masa depan bisnis dan menjadi pengaruh dalam tren pasar. Mewakili beragam sektor, mulai dari konsumen hingga layanan kesehatan, para wirausahawan tahun ini mendorong perubahan yang berarti melalui inovasi dan transformasi.
Para finalis ini telah membangun bisnis dengan pendapatan tahunan gabungan lebih dari Rp8 triliun dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi banyak orang. Mereka menunjukkan semangat kewirausahaan yang kuat, tujuan yang jelas, serta komitmen untuk tumbuh dan menciptakan dampak positif, yang membentuk masa depan bisnis di Indonesia.
EY Indonesia dengan bangga mengumumkan para finalis program EY Entrepreneur Of The Year (EOY) 2025. Tema tahun ini, The Shapers: Honoring Entrepreneurs Who Shape What’s Next, merayakan para pemimpin bisnis yang mampu mengatasi tantangan, membuka pasar yang baru, dan menciptakan dampak yang berarti.
Para finalis 2025 merupakan wirausahawan terkemuka dari 10 perusahaan di berbagai sektor, termasuk konsumen, teknologi, layanan kesehatan, mobilitas, energi dan utilitas, serta makanan dan minuman. Para finalis mencatat pendapatan tahunan di atas Rp8 triliun dan menyediakan lapangan pekerjaan bagi banyak orang.
Selain kinerja bisnis yang kuat, para wirausahawan ini memaksimalkan pengembangan bakat, memperluas akses ke produk dan layanan, mendorong inovasi dalam praktik digital dan berkelanjutan, serta menciptakan dampak positif bagi komunitas mereka. Inilah cara mereka membentuk masa depan Indonesia.
Peter Surja, Country Managing Partner EY Indonesia, mengatakan program ini memberikan penghargaan kepada para wirausahawan yang mendefinisikan ulang arti kepemimpinan dalam bisnis dan masyarakat. Para finalis tahun ini mencerminkan generasi pemimpin baru yang tidak hanya beradaptasi dengan perubahan, tetapi juga secara aktif memetakan arah baru.
“Merefleksikan tema kami di tahun ini mereka bertindak dengan tujuan yang jelas, mewujudkan ide-ide berani, dan menciptakan dampak positif yang berkelanjutan melalui kreativitas, kegigihan, dan keunggulan. Bisnis mereka lebih dari sekadar pertumbuhan karena mereka mewujudkan ketahanan, inovasi, dan komitmen untuk membuat perbedaan,” ujar Peter pada siaran pers di Jakarta, Kamis (21/8/2025).
Para finalis akan dievaluasi oleh panel juri independen terkemuka dari dunia bisnis, akademisi, dan lembaga regulasi. Pemenang Entrepreneur Of The Year 2025 Indonesia dan pemenang kategori lainnya akan diumumkan pada perayaan gala di Jakarta, pada November 2025.
Para finalis ini berpeluang dinobatkan sebagai EY Entrepreneur Of The Year, sebuah penghargaan yang tahun lalu diberikan kepada Winston dan William Utomo, yang juga terpilih sebagai EY Entrepreneur Of The Year 2024 Indonesia.
Sebagai pendiri IDN, Utomo bersaudara telah merevolusi dunia media dan hiburan di Asia Tenggara melalui inovasi digital dan fokus yang kuat pada pemberdayaan kaum muda Indonesia. Karya mereka telah mendorong ekosistem kreator yang inklusif sekaligus menetapkan standar baru dalam dampak sosial dan budaya kerja.
Program EY EOY merupakan salah satu penghargaan paling bergengsi di dunia untuk pencapaian kewirausahaan, yang memberikan penghargaan kepada individu-individu yang mendorong inovasi, menunjukkan kepemimpinan yang luar biasa, dan berkontribusi secara nyata bagi masyarakat. Selama hampir empat dekade, program ini telah menyoroti wirausahawan-wirausahawan berprestasi di lebih dari 60 negara dan 145 kota.
Pemenang EOY Indonesia akan mewakili Indonesia di ajang EY World Entrepreneur Of The Year 2026 di Monte Carlo, Monako, dan berkompetisi bersama para wirausahawan terbaik dari seluruh dunia.
Berkembang dan Belajar
Beberapa finalis itu adalah Agus Susanto, Direktur Utama PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI). Agus menggondol Best CFO 2019 dari Majalah SWA. Kala itu, Agus mengemban CFO di Prima Multi Usaha Indonesia, perusahaan distributor telekomunikasi asal Cirebon, Jawa Barat yang didirikan pada 1998. Perusahaan ini merambah segmen bisnis lainnya, seiring dengan bertambahnya kepercayaan yang diberikan mitra bisnis.
PMUI memilki sejumlah anak usaha, antara lain PT Prima Distribusi Indonesia, PT Prima Lintas Nusantara, serta PT Prima Digital Indonesia. “Peran CFO di saat ini berkembang horisontal maupun vertikal. Tugasnya, tidak hanya berbicara soal angka, mengatur serta memonitor keuangan, tapi juga mencari peluang bisnis baru, berkolaborasi dengan semua stakeholder perusahaan untuk memaksimalkan aset yang ada, memberikan return yang baik, dan memastikan bisnis perusahaan berjalan dengan baik dengan resources yang sudah tersedia,” tutur Agus seperti disampaikannya ke Majalah SWA di 2019.
Finalis lainnya, Alamsyah Cheung, CEO PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) atau yang lebih dikenal dengan merek Fox Logger, adalah contoh nyata dari seorang pengusaha yang sukses berkat kerja keras, ketekunan, dan semangat pantang menyerah. Perjalanannya dimulai jauh sebelum ia menjadi pemimpin perusahaan GPS tracker terbesar di Indonesia.
Semuanya berawal dari masa sekolah, ketika Alamsyah yang saat itu masih duduk di bangku STM memutuskan untuk berjualan jaket kepada teman-temannya.
"Anak STM itu pasti butuh jaket, baik untuk melindungi diri dari panas maupun untuk tampil keren saat naik motor," kenangnya sambil tersenyum pada BizzComm Podcast, kolaborasi SWA dengan LSPR Faculty of Business seperti ditulis SWA.co.id, pada Senin (30/12/2024).
Dengan modal terbatas, ia mulai merintis usaha kecilnya, yang tak hanya memberinya penghasilan tambahan tetapi juga mengajarkannya tentang bagaimana memahami kebutuhan pasar dan mengelola keuangan sejak dini.
Namun, jalan menuju kesuksesan tidak selalu mulus. Setelah lulus, Alamsyah mencoba berbagai pekerjaan, mulai dari menjadi agen asuransi hingga bergabung dengan bisnis MLM.
Saat ia mencoba peruntungan sebagai sales GPS sambil kuliah, ia menghadapi tantangan besar. Modalnya habis, dan bisnis yang dirintisnya bahkan diambil alih oleh orang lain.
"Saat itu berat, tapi saya sadar bahwa kegagalan adalah bagian dari proses. Justru dari pengalaman pahit itu, saya belajar banyak hal yang menjadi bekal untuk membangun Fox Logger," ungkapnya.
Dari kejadian tersebut, ia mendapatkan pelajaran penting: jangan pernah takut gagal, karena setiap kegagalan menyimpan peluang untuk bangkit dan belajar lebih baik.
Pada tahun 2015, Alamsyah mendirikan PT Sumber Sinergi Makmur, perusahaan yang berfokus pada layanan GPS tracker berbasis IoT dengan bendera Fox Logger. Keputusannya untuk memasuki pasar ini didorong oleh meningkatnya kebutuhan akan pemantauan kendaraan yang lebih efisien.
Sebagai startup, Alamsyah terus berupaya membawa Fox Logger jadi pemain penting. Satu demi satu klien-klien korporat mempercayakan sistem transportasinya menggunakan Fox Logger.
Puncak perjalanan Fox Logger terjadi ketika perusahaan ini berhasil melantai di bursa pada tahun 2023. Langkah tersebut menandai pencapaian besar dalam perjalanan Alamsyah sebagai seorang pengusaha muda.
"Go public adalah bagian dari strategi untuk memperkuat posisi perusahaan, tetapi bagi saya, ini juga merupakan bentuk tanggung jawab yang lebih besar kepada publik," ujar pria kelahiran Jakarta, 8 Desember 1987 ini.
Selain itu, Fox Logger juga berhasil membangun gedung delapan lantai yang disebut Fox Logger Tower di Cideng, Jakarta, yang kini menjadi pusat operasional perusahaan.
Perjalanan Alamsyah adalah inspirasi bagi siapa saja yang ingin meraih sukses dalam dunia bisnis. Dari berjualan jaket di sekolah hingga memimpin perusahaan teknologi yang telah melantai di bursa, ia membuktikan bahwa kesuksesan adalah hasil dari kerja keras, inovasi, dan dedikasi yang konsisten.
Bagi generasi muda yang ingin mengikuti jejaknya, ia berpesan, "Kenali nilai diri Anda. Jangan takut gagal, karena kegagalan adalah bagian dari perjalanan menuju keberhasilan. Dan yang paling penting, jangan pernah berhenti belajar." (*)
Daftar finalis EOY 2025 Indonesia
1. Agus Susanto - PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk
2. Alamsyah - PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (Fox Logger)
3. Benedictus Widaja – PT Mandaya Sehat Utama (Mandaya Hospital)
4. Charles Richard Oentomo – PT Centrepark Citra Corpora
5. Gusmantara Himawan – PT Xurya Daya Indonesia (Xurya)
6. Jayadi Budiman – PT Jendela Kuliner Bersama
7. Marshall Pribadi – PT Privy Identitas Digital (Privy)
8. Shinta Nurfauzia – PT Lemonilo Indonesia Sehat (Lemonilo)
9. Sutjahyo Budiman – PT Sarana Pactindo (Fortress Data Services)
10. Tomy Yunus Tjen & Yohan Limerta – PT Cerdas Digital Nusantara (Cakap)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.