CBRE Optimis Sektor Properti Melejit, Didukung Aliran Dana Investor ke Manufaktur dan Kendaraan Listrik
CBRE Indonesia mencatat tren positif dalam perkembangan sektor properti dan investasi asing langsung di Indonesia sepanjang dua kuartal terakhir. Sentimen pasar terhadap sektor perkantoran dan kawasan industri menunjukkan pemulihan yang signifikan, seiring meningkatnya minat investor asing terhadap industri manufaktur dan kendaraan listrik (EV).
Manajemen CBRE mengungkapkan permintaan ruang kantor di pusat bisnis mulai membaik. Hal ini terlihat dari peningkatan harga sewa dan optimalisasi ruang yang lebih efisien. Sementara itu, kawasan industri mencatat peningkatan permintaan dari investor, terutama dari Tiongkok dan negara-negara Asia Tenggara yang tertarik untuk mengembangkan rantai pasok di sektor EV.
“Tren ini merupakan sinyal positif bahwa Indonesia semakin dipandang sebagai tujuan strategis bagi investasi jangka panjang, khususnya di sektor industri dan properti,” ujar Angela Wibawa, Managing Director Advisory Services CBRE Indonesia saat dijumpai awak media di Jakarta, Kamis (21/8/2025).
Data investasi ke Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan, dengan total nilai investasi mencapai US$60 miliar pada 2024 dan telah menembus US$26 miliar pada pertengahan 2025. Sebagian besar investasi tersebut mengalir ke sektor manufaktur, mendorong kebutuhan akan lahan industri, fasilitas logistik, dan ruang operasional penunjang lainnya.
Perubahan Tren Hunian:
CBRE mencermati perubahan perilaku pasar di sektor hunian vertikal. Penjualan apartemen kini lebih banyak didorong oleh pengguna akhir (end user) dibandingkan investor. Unit-unit dengan ukuran lebih besar, seperti tiga hingga empat kamar tidur, semakin diminati, sejalan dengan kebutuhan keluarga muda dan preferensi gaya hidup urban generasi baru.
“Saat ini, pembeli lebih fokus pada kenyamanan dan fungsi hunian. Apartemen yang dilengkapi akses mudah, fasilitas lengkap, dan lokasi strategis tetap memiliki daya tarik tinggi,” jelasnya.
Dukungan Infrastruktur dan Regulasi Menjadi Kunci
Pembangunan infrastruktur seperti rencana MRT di Bali akan berdampak positif terhadap pertumbuhan properti dan investasi. Konektivitas dan aksesibilitas tetap menjadi faktor utama dalam pengembangan kawasan baru. Di sisi lain, regulasi yang pro-bisnis dan keamanan investasi juga menjadi perhatian penting para investor.
Mendorong Ekosistem EV dan Kolaborasi Multisektor
CBRE melihat ekosistem industri EV sebagai sektor strategis dengan potensi besar. Tidak hanya produsen kendaraan, tetapi juga vendor-vendor pendukung tengah membangun kehadirannya di kawasan industri Indonesia.“Kami percaya bahwa pertumbuhan sektor ini akan turut mendongkrak permintaan properti industri dan mendorong kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, serta investor global,” tutupnya.